Berita yang kami ambil langsung dari Antara News tanggal : 19/11/08 23:10, marilah kita ikuti langkah Al Gore untuk selalu mendengungkan masalah lingkungan global, dimana tempat kita dapat dan mencoba untuk selalu perhatian atau "care" terhadap masalah-masalah lingkungan, dan selalu beritakan dan beritahukan berita tentang kerusakan lingkungan dan penanggulangannya atau berita-berita positif tentang lingkungan baik disekitar rumah tinggal atau keluarga kita sendiri, di jalan, di toko, di sekolahan dan mulailah memperkenalkan masalah lingkungan kepada anak anak kecil (balita). Kita menyebarkan masalah lingkungan dengan hati senang saja dan tanpa pamrih, tentunya bumi ini akan selamat dari petaka pencemaran. Bumi ini juga besok untuk pijakan anak cucu kita. Berita dari Antara News dengan judul : "Pidato Lingkungan Al Gore Raih Doktor Kehormatan Jepang" dengan kutipan langsung dan kami edit beberapa warna dan font agar terbaca lebih jelas dan dapat mudah diingat, sebagai berikut :
Tokyo (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Albert A Gore atau dikenal dengan sebutan Al Gore, menerima penghargaan Doktor Honoris Causa bidang hukum dari Universitas Waseda, Jepang, atas jasanya yang gigih dalam melakukan advokasi mengenai perlindungan lingkungan dan persoalan perubahan iklim global.
Upacara penganugerahan dilakukan di auditorium utama universitas ternama Jepang itu di Tokyo, Rabu, disaksikan sekitar 700 orang, termasuk jajaran sivitas akademika, angota keluarga kerajaan Jepang, dan sejumlah kalangan diplomat di Jepang.
Rektor Universitas Waseda Katsuhiko Shirai dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Al Gore dan juga pemamaparannya soal kegiatan perlindungan lingkungan hidup di dunia akan membuka wawasan yang luas bagi para mahasiswa.
"Sumbangan pemikirannya yang progresif memberikan kontribusi besar bagi Universitas Waseda dalam menelaah persoalan-persoalan lingkungan hidup global," katanya.
Sementara itu, Al Gore dalam pidatonya menyebutkan bahwa situasi krisis, termasuk krisis ekonomi yang kini melanda dunia, selalu memiliki dua sisi, yaitu kondisi yang berbahaya (dangerous), namun di sisi lain juga menimbulkan peluang (opportunity).
Begitu juga dengan persoalan perlindungan lingkungan hidup dan pemanasan global, selain menimbulkan ancaman berbahaya namun pada kesempatan yang sama justru menciptakan peluang.
"Kita memerlukan `green global stimulus` sekaligus upaya untuk mempromosikan saling pengertian bersama," kata penulis buku "Ecologi and Human Spirit" itu.
Pria kelahiran Washington tahun 1948 itu sebelumnya kerap mendapat kecaman dan kritik bahkan disikapi skeptis oleh banyak kalangan atas kebijakannya untuk mengurangi pemanasan global. Namun ia tetap maju terus dan tidak memperdulikan pengkritiknya. Pada akhirnya aktivitas mampu menggugah kepedulian dunia terhadap isu lingkungan hidup.
Upaya gigih dari peraih penghargaan Nobel Perdamaian 2007 itu dapat disaksikan dalam film "An Inconvenient Truth" yang meraih penghargaan Academy Award pada tahun 2006 sebagai film dokumenter terbaik. Film tersebut menggambarkan dampak pemanasan global yang kian meresahkan sehingga membutuhkan kerjasama seluruh negara-negara di dunia.
Kami ucapkan "SELAMAT UNTUK AL GORE".
Upacara penganugerahan dilakukan di auditorium utama universitas ternama Jepang itu di Tokyo, Rabu, disaksikan sekitar 700 orang, termasuk jajaran sivitas akademika, angota keluarga kerajaan Jepang, dan sejumlah kalangan diplomat di Jepang.
Rektor Universitas Waseda Katsuhiko Shirai dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Al Gore dan juga pemamaparannya soal kegiatan perlindungan lingkungan hidup di dunia akan membuka wawasan yang luas bagi para mahasiswa.
"Sumbangan pemikirannya yang progresif memberikan kontribusi besar bagi Universitas Waseda dalam menelaah persoalan-persoalan lingkungan hidup global," katanya.
Sementara itu, Al Gore dalam pidatonya menyebutkan bahwa situasi krisis, termasuk krisis ekonomi yang kini melanda dunia, selalu memiliki dua sisi, yaitu kondisi yang berbahaya (dangerous), namun di sisi lain juga menimbulkan peluang (opportunity).
Begitu juga dengan persoalan perlindungan lingkungan hidup dan pemanasan global, selain menimbulkan ancaman berbahaya namun pada kesempatan yang sama justru menciptakan peluang.
"Kita memerlukan `green global stimulus` sekaligus upaya untuk mempromosikan saling pengertian bersama," kata penulis buku "Ecologi and Human Spirit" itu.
Pria kelahiran Washington tahun 1948 itu sebelumnya kerap mendapat kecaman dan kritik bahkan disikapi skeptis oleh banyak kalangan atas kebijakannya untuk mengurangi pemanasan global. Namun ia tetap maju terus dan tidak memperdulikan pengkritiknya. Pada akhirnya aktivitas mampu menggugah kepedulian dunia terhadap isu lingkungan hidup.
Upaya gigih dari peraih penghargaan Nobel Perdamaian 2007 itu dapat disaksikan dalam film "An Inconvenient Truth" yang meraih penghargaan Academy Award pada tahun 2006 sebagai film dokumenter terbaik. Film tersebut menggambarkan dampak pemanasan global yang kian meresahkan sehingga membutuhkan kerjasama seluruh negara-negara di dunia.
Kami ucapkan "SELAMAT UNTUK AL GORE".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar