Magelang merupakan kota kabupaten dan kota madya di Jawa Tengah. Kota Kabupaten Magelang dengan ibu kota di Kota Mungkid dan Kota Magelang sendiri merupakan Kota Madya . Kota kecil ini , memiliki karakter alam sejuk karena banyak pohon rindang bahkan di tengah kota ada suatu gunung kecil yang dinamakan Gunung Tidar. Magelang juga dikelilingi oleh perbukitan Menoreh disebelah selatan kota dan Gunung Merapi dan Merbabu disebelah Utara dan disebelah barat terlihat gunung Sumbing dan Sindoro. Ada yang bilang kota Magelang merupakan "pakuning tanah jawa". Memang kota kecil ini merupakan kota yang unik, disinilah tempat para perwira ABRI di gembleng karena mulai dari sinilah para perwira ABRI sebagai pengayom dan pertahanan negara disekolahkan, Akademi Militer Magelang. Kita dapat menelusuri lebih lanjut Kota Magelang melalui website http://www.magelangkota.go.id.
Kita dapat mencapai Magelang baik dari arah Solo melalui Kartasura, Boyolali dan menyimpang kekiri lewat (Selo) selangkangan Gunung Merapi Merbabu, kita akan melewati kawasan perbukitan dan tanjakan di kaki gunung yang sangat indah. Di Selo ini terdapat jalur pendakian untuk mendaki ke puncak Merapi maupun puncak Merbabu. Kalau kita singgah disini pada hari sabtu sore malam minggu, akan terlihat banyak pendaki baik muda-mudi atau hanya penggembira dari
berbagai daerah yang menikmati pos di Selo ini. Di Selo ini pula ada monumen wisata yang diresmikan oleh mantan Presiden Megawati sebagai wilayah jalur wisata Yogya Solo Boyolali Magelang Semarang (JOGLOSEMAR). Melewati Selo ini kita bisa melihat indahnya panorama gunung aktif Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap dan lava dan menikmati indahnya pertanian sayuran yang kita lewati sepanjang perjalanan hingga menuju ke Ketep Pass yang sudah merupakan wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Sawangan. Dari Ketep Pass kita dapat singgah sebentar menikmati indahnya alam pegunungan dan terlihat kota Muntilan, Magelang dari ketinggian sekitar 1500 m diatas permukaan air laut. Kita dapat melihat gunung Merbabu dan Merapi yang sangat menakjubkan dari tempat yang sangat dekat sekali dan jelas sekali guguran lava terlihat dari moncong gunung Merapi. Di Ketep Pass ini pula ada gedung pemutaran film (Merapi Volcano), kita dapat melihat sejarah meletusnya Gunung Merapi dan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Ketep Pass ini kita dapat turun melewati Kecamatan Sawangan menuju Blabak dan kearah kanan jalan propinsi Yogya -Magelang-Semarang menuju ke arah Kota Magelang dengan pemandangan kanan kirinya pertanian sayur dan persawahan padi dan palawija.
Setelah dari Blabak sekitar 1 Km kita jumpai sungai Elo (Elo River) yang sering dipakai untuk arung jeram. Kita dapat singgah sebentar untuk mencoba menikmati arung jeram di sepanjang Sungai Elo ini hingga menuju ke Kecamatan Mendut sebelum pertemuan Sungai Elo dan Progo.
berbagai daerah yang menikmati pos di Selo ini. Di Selo ini pula ada monumen wisata yang diresmikan oleh mantan Presiden Megawati sebagai wilayah jalur wisata Yogya Solo Boyolali Magelang Semarang (JOGLOSEMAR). Melewati Selo ini kita bisa melihat indahnya panorama gunung aktif Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap dan lava dan menikmati indahnya pertanian sayuran yang kita lewati sepanjang perjalanan hingga menuju ke Ketep Pass yang sudah merupakan wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Sawangan. Dari Ketep Pass kita dapat singgah sebentar menikmati indahnya alam pegunungan dan terlihat kota Muntilan, Magelang dari ketinggian sekitar 1500 m diatas permukaan air laut. Kita dapat melihat gunung Merbabu dan Merapi yang sangat menakjubkan dari tempat yang sangat dekat sekali dan jelas sekali guguran lava terlihat dari moncong gunung Merapi. Di Ketep Pass ini pula ada gedung pemutaran film (Merapi Volcano), kita dapat melihat sejarah meletusnya Gunung Merapi dan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Ketep Pass ini kita dapat turun melewati Kecamatan Sawangan menuju Blabak dan kearah kanan jalan propinsi Yogya -Magelang-Semarang menuju ke arah Kota Magelang dengan pemandangan kanan kirinya pertanian sayur dan persawahan padi dan palawija.
Setelah dari Blabak sekitar 1 Km kita jumpai sungai Elo (Elo River) yang sering dipakai untuk arung jeram. Kita dapat singgah sebentar untuk mencoba menikmati arung jeram di sepanjang Sungai Elo ini hingga menuju ke Kecamatan Mendut sebelum pertemuan Sungai Elo dan Progo.
Kalau dari Ketep Pass tadi kita abil arah yang kekanan, kita akan menuju ke Kecatan Pakis dan Kaponan, dari arah kaponan kita ambil ke kiri akan menuju Kota Madya Magelang dan jika kita ambil kanan akan menuju taman rekreasi Kopeng yang sejuk dan dingin. Dari Ketep sepanjang jalan akan kita nikmati pertanian di kaki gunung dan banyak tanaman Stawberry, sayuran kubis (garbage), jipang, jagung, tomat, lombok (hot chili), loncang, sledri, wortel (carrot) dan macam tanaman sayuran lain tergantung musimnya. Hasil sayuran itu dapat kita jumpai dan dijual bebas kalau kita sampai di Taman Rekreasi Kopeng. Di Taman Rekreasi Kopeng banyak dijumpai resort, hotel, losmen yang cukup terjangkau harganya untuk istirahat sambil menikmati dan menghirup segarnya udara alam pegunungan. Disini pulalah kita dapat menikmati kesunyian alam di waktu malam, karena hanya ada dua tempat hiburan karaoke keluarga yang tergolong sangat sederhana. Kita bisa istirahat dengan tenang dan nyaman dengan menikmati dinginnya udara dan hawa di malam hari, sunyi dan nyaman. Dari Kopeng kearah kanan kita bisa menuju wilayah Kota Ambarawa dan Salatiga yang terkenal dengan Museum Kereta Apinya dan Rawa Pening (Bukit Cinta). Di Bukit Cinta kita bisa memanding ikan air rawa (danau kecil) dan menikmati pemandangan alam dengan naik kapal mesin (boat) mengitari Rawa Pening. Kita dapat istirahat di kawasan peristirahatan Bandongan yang banyak menyediakan tempat peristirahatan motel, vila, penginapan. Di Bandongan udaranya dapat kita rasakan seperti di Kopeng dan situsai alam dan pemandangannya hampir menyerupai Kopeng. Disini banyak kita jumpai pohon klengkeng dan dapat kita nikmati buah klengkeng lokal dengan harga murah. Dari arah Ambarawa kita ambil kekanan melalui jalur jalan propinsi Semarang-Magelang-Yogyakarta menuju kearah Temanggung dan Magelang. Sepanjang jalan kita akan melihat pemandangan alam yang mengasikkan, dengan jalur darat yang lenggang lenggok, meliuk-liuk. Siapkan musik dengan nada yang melankolis akan mengurangi ketegangan dan menambah fresh di perjalanan.
Dari arah Yogyakarta kita dapat menuju Magelang melewati Kabupaten Sleman. Sebelum sampai di Magelang, kita dapat singgah sebentar di Yogyakarta. Yogyakarta merupakan kota istimewa karena di pimpin oleh seorang raja. Wilayah Yogyakarta dan seputar Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat merupakan wilayah yang damai dan tentram. Kita dapat berjalan-jalan di sepanjang kawasan Malioboro menikmati Gudheg Yogya dan berbagai makanan khas Jawa. Kita bisa membawa oleh-oleh Bakpia Pathuk, makanan kue setengah kering bulat dan ditengahnya berisi adonan kacang hijau gula merah atau kumbu hitam atau durian. Tempat rekreasi seputar Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi yaitu Kaliurang Hill, Parang Tritis Beach, Samas Beach, Baron Beach ( Wonosari), Kukup Beacah(Wonosari) , Prambanan Temple, Gembira Loka Zoo, Cangkringan Golf Area (agak rusak oleh lahar dingin dan meletusnya Merapi tahun 2006). Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar dan banyak dijumpai lembaga pendidikan dan sekolahan serta universitas di sini. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merupakan Universitas terkenal dan terkemuka di Indonesia.
Obyek Rekreasi Kaliurang merupakan obyek rekreasi pegunungan dengan hawa udara yang sangat sejuk. Disini terdapat banyak tempat peristirahatan. Kita juga dapat melihat secara langsung aktivitas Gunung Merapi melalui Gardu Pandang. Di Kaliurang ini juga terdapat hutan lindung sebagai tempat rekreasi dan didalam hutan Kaliurang terdapat situs Gua Jepang peninggalan sejarah penjajahan Jepang tempo dulu. Ada beberapa fenomena menarik dari Kaliurang antara lain "Wedus Gembel" yang membakar beberapa lereng hutan Kaki Gunung Merapi dan mengakibatkan banyak korban. Fenomena "Mbah Marijan" rosa, rosa, rosa ekstra josss...., juga di Kaliurang ini. Di Kaliurang kita dapat menikmati jajanan tradisional yang lezat seperti tempe bacem, tahu bacem, pecel dengan aneka daun (jembak, kol, wortel, kembang turi, kacang panjang, tokolan/kecambah, daun pepaya), jadah, wajik, krupuk "karak".
Setelah memasuki wilayah Kabupaten Sleman, kita akan melintasi Sungai Krasak dan melewati jembatan krasak yang terbagi atas dua bagian. Sungai krasak ini merupakan sungai yang mengalirkan lahar dingin langsung dari Gunung Merapi. Banyak fenomena menarik yang telah terjadi di sepanjang Sungai Krasak hingga hulu sungai di kaki Gunung Merapi. Fenomena yang menarik antara lain adanya perusakan lingkungan yang dilakukan oleh penambang pasir lokal tanpa mengindahkan peraturan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang tanpa ijin penambangan pasir (Galian C). Banjir yang kerap terjadi menelan banyak korban. Proses penambangan pasir malam hari yang dilakukan oleh penambang liar di hulu sungai yang sangat menarik untuk diceriterakan mulai dari beratus truk yang masuk, pungutan liar oleh berbagai "kelompok tidak jelas" seperti GORO, BALA RODA, pungutan atau retribusi masuk kawasan dusun tertentu.
Disebelah utara jembatan Krasak terdapat tempat wisata rohani bagi umat Katholik yang sangat menarik yaitu Gereja Santa Theresia Salam (Wisma Salam). Wisma Salam merupakan tempat retret dan meditasi yang dikelola oleh Romo Pamong Praja. Wisma Salam ini merupakan tempat yang unik yang dibangun oleh Romo YB Mangun Wijaya (seorang biarawan, arsitek, teknokrat, sosialis demokrat) dan dikembangkan menjadi tempat meditasi hingga saat ini. Peninggalan Romo Mangun yang menarik lainnya yaitu tempat ziarah "Sendang Sono".
Setelah melewati jembatan Sungai Krasak berarti kita sudah memasuki wilayah Kabupaten Magelang dan beberapa meter dari jembatan Krasak tersebut kita akan disambut oleh Tugu Selamat Datang di wilayah Kabupaten Magelang. Wilayah paling ujung yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sleman tersebut merupakan wilayah Kecamatan Salam. Dikecamatan Salam ini terdapat situs menarik peninggalan jaman kuno yang tidak terpelihara seperti situs Candi Wukir (kurang lebih 3 Km dari arah pertiagan Semen ke jurusan Ngluwar). Setelah melewati kecamatan salam, kita akan melalui Kecamatan Muntilan. Sebelum sampai di perbatasan Muntilan kita dapat mengambil jalan belok ke kiri dari arah Desa Jumoyo atau Desa Gulon untuk menuju ke Pos Pengamatan Merapi di Kecamatan Srumbung. Kecamatan Srumbung merupakan daerah agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dari arah Jumoyo di kanan kiri jalan akan kita jumpai tanaman Salak Pondoh. Salak Pondoh dari sekitar daerah Srumbung yang terkenal adalah Salak Pondoh Lumut yang rasanya manis luar biasa. Salak Pondoh ini dapat kita beli langsung dari petani dan dapat kita petik langsung dari kebun. Kita harus hati-hati jika akan memetik buah ini karena ranting pohon yang menyerupai palma itu terdapat banyak duri dan dapat mengenai kepala kita apabila kita tidak memakai topi atau disaba dikenal dengan istilah "caping". Dari Srumbung ini kita dapat menuju kearah utara mendekati kaki Gunung Merapi dan melewati hutan pinus yang sangat indah dan sejuk di Jurang Jero. Pulanggnya kita lebih baik melewati arah Gulon agar lebih cepat sampai di Muntilan.
Di wilayah Kecamatan Muntilan ini ada situs menarik yang hingga saat ini masih belum selesai di kerjakan yaitu Candi Ngawen. Diwilayah Muntilan ini terdapat tempat ziarah bagi umat Islam yang ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai wilayah, yaitu Makam Kyai di Gunungpring. Dari makan ini dapat singgah untuk berbagai keperluan dan minta doa restu kepada seorang Kyai dan penasehat spiritual di wilayah ini yang dikenal dengan Mbah Mat.
Bagi masyarakat Tiong Hoa, di kota Muntilan ini terdapat Klenteng yang unik dan menarik untuk dikunjungi yang berlokasi di berhadapan dengan tempat pembelanjaan di Jalan Pemuda Muntilan. Memang Jalan Pemuda Muntilan ini merupakan jalan satu jalur dari arah Yogyakarta. Di Kota Muntilan tepatnya di wilayah Desa Taman Agung kita dapat menikmati dan membeli kerajinan ukir batu berbagai bentuk dari yang kecil hingga besar. Tempat pahat batu ini tepatnya terletak di dusun Tejowarno. Kita dapat menyaksikan secara langsung ketrampilan pemuda Muntilan mengayunkan palu pahat diatas batu besar yang akan dibuat berbagai bentuk ornamen atau Patung Budha. Menarik sekali untuk di kupas lebih lanjut. Karena letaknya dekat dengan Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dan disekitarnya terdapat beberapa situs candi bahkan hingga ke lereng pegunungan pun ada situs candi seperi candi Asu di daerah Sengi, Kecamatan Dukun, maka sangat tidak mustahil keahlian nenek moyang dahulu kala diwariskan oleh anak cucu, cicit, buyut, canggal dan keturunannya serta kerabat-kerabatnya yang tinggal di sekitar Muntilan. Bagi penganut agama Katholik, di Muntilan terdapat sekolah terkenal yaitu SMA Van Lith. SMA Van Lith bersebelahan dengan Pastoran Muntilan dan dilokasi ini ada beberapa tempat yang unik untuk dikunjungi seperti Makam Romo Sanjaya.
Dari arah Muntilan kearah utara kita akan mencapai wilayah Kecamatan Dukun. Daerah Kecamatan Dukun merupakan daerah potensi penghasil sayuran. Ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di wilayah Kecamatan Dukun ini seperti lokasi peneropongan Gunung Merapi Babadan, Candi Asu di Desa Sengi dan potensi alam wisata pedesaan dengan latar belakang persawahan, tanaman palawija dan sayur mayur. Di Desa Sumber, kita dapat menyaksikan secara langsung pusat kebudayaan dan ada kelompok pemerhati kebudayaan tradisional. Kelompok budaya atau semacam sanggar budaya yang berloksi di Dusun Sumber ini seringkali mengadakan pentas dan di siarkan langsung lewat stasiun televisi atau dipublikasikan lewat media masa. Daerah sumber merupakan daerah pertanian dan palawija. Dari arah Desa Sumber kita dapat berjalan kearah atas lagi yaitu menuju ke Desa Ngargomulyo. Desa ini merupakan desa paling ujung yang berdekatan langsung dengan kaki Gunung Merapi. Dari sini kita dapat melihat langsung pemandangan alam yang sangat indah dan berbagai macam burung, kijang, kancil, rusa, ular, trenggiling, landa, babi hutan, monyet, bahkan harimau kumbang sering kita jumpai di atas Desa Argomulyo tersebut, dan daerah inilah merupakan daerah lintasan kawasan berburu bagi para penghobi berburu, tetapi sekarang tak usah berburu ya...stop dong....Prohibitted! boleh sih berburu manusia jahat saja, berburu koruptor, berburu teroris.
Kembali ke wilayah Muntilan, bagi pemeluk Islam, dapat menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Pabelan. Pondok Pesantren Pabelan cukup terkenal dan cukup disiplin dalam pengelolaannya. Setelah dari Pabelan kita akan menuju ke pertigaan Bojong. Dari Pertigaan Bojong ini kita mengambila jalur ke keri menuji kearah Mendut dan Borobudur.Di Desa Bojong ini terkenal dengan home industri sapu ijuk, aneka macam peralatan rumah tangga dari ijuk dan serabut kelapa serta bahan dari bambu rumput sebagaimana banyak kita jumpai di sepanjang jalan menuju Boyolali melalui Selo atau disekitar Kopeng. Selain itu masyarakat Bojong dan sekitarnya banyak yang membudidayakan ikan air tawar seperti lele dumbo, nila, ikan mas, gurameh dan juga banyak yang membudidayakan ikan hias.
Dari arah Yogyakarta-Muntilan-Pertigaan Bojong kita ambil jalan arah kiri menuju Candi Mendut dan Borobudur. Di Wilayah Desa Mendut dan Borobudur ini terdapat situs peninggalan sejarah yang dikagumi masyarakat internasional, bahkan menjadi simbol peradaban masyarakat dunia sebagai peninggalan sejarah masa lampau yang harus di lindungi (heritage of mankind) dan Candi Borobudur pernah diakui menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia (The Seven Wonder of The World).(http://www.borobudur.tv/mendut_before1.htm)
Dari arah Yogyakarta kita dapat menuju Magelang melewati Kabupaten Sleman. Sebelum sampai di Magelang, kita dapat singgah sebentar di Yogyakarta. Yogyakarta merupakan kota istimewa karena di pimpin oleh seorang raja. Wilayah Yogyakarta dan seputar Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat merupakan wilayah yang damai dan tentram. Kita dapat berjalan-jalan di sepanjang kawasan Malioboro menikmati Gudheg Yogya dan berbagai makanan khas Jawa. Kita bisa membawa oleh-oleh Bakpia Pathuk, makanan kue setengah kering bulat dan ditengahnya berisi adonan kacang hijau gula merah atau kumbu hitam atau durian. Tempat rekreasi seputar Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi yaitu Kaliurang Hill, Parang Tritis Beach, Samas Beach, Baron Beach ( Wonosari), Kukup Beacah(Wonosari) , Prambanan Temple, Gembira Loka Zoo, Cangkringan Golf Area (agak rusak oleh lahar dingin dan meletusnya Merapi tahun 2006). Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar dan banyak dijumpai lembaga pendidikan dan sekolahan serta universitas di sini. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merupakan Universitas terkenal dan terkemuka di Indonesia.
Obyek Rekreasi Kaliurang merupakan obyek rekreasi pegunungan dengan hawa udara yang sangat sejuk. Disini terdapat banyak tempat peristirahatan. Kita juga dapat melihat secara langsung aktivitas Gunung Merapi melalui Gardu Pandang. Di Kaliurang ini juga terdapat hutan lindung sebagai tempat rekreasi dan didalam hutan Kaliurang terdapat situs Gua Jepang peninggalan sejarah penjajahan Jepang tempo dulu. Ada beberapa fenomena menarik dari Kaliurang antara lain "Wedus Gembel" yang membakar beberapa lereng hutan Kaki Gunung Merapi dan mengakibatkan banyak korban. Fenomena "Mbah Marijan" rosa, rosa, rosa ekstra josss...., juga di Kaliurang ini. Di Kaliurang kita dapat menikmati jajanan tradisional yang lezat seperti tempe bacem, tahu bacem, pecel dengan aneka daun (jembak, kol, wortel, kembang turi, kacang panjang, tokolan/kecambah, daun pepaya), jadah, wajik, krupuk "karak".
Setelah memasuki wilayah Kabupaten Sleman, kita akan melintasi Sungai Krasak dan melewati jembatan krasak yang terbagi atas dua bagian. Sungai krasak ini merupakan sungai yang mengalirkan lahar dingin langsung dari Gunung Merapi. Banyak fenomena menarik yang telah terjadi di sepanjang Sungai Krasak hingga hulu sungai di kaki Gunung Merapi. Fenomena yang menarik antara lain adanya perusakan lingkungan yang dilakukan oleh penambang pasir lokal tanpa mengindahkan peraturan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang tanpa ijin penambangan pasir (Galian C). Banjir yang kerap terjadi menelan banyak korban. Proses penambangan pasir malam hari yang dilakukan oleh penambang liar di hulu sungai yang sangat menarik untuk diceriterakan mulai dari beratus truk yang masuk, pungutan liar oleh berbagai "kelompok tidak jelas" seperti GORO, BALA RODA, pungutan atau retribusi masuk kawasan dusun tertentu.
Disebelah utara jembatan Krasak terdapat tempat wisata rohani bagi umat Katholik yang sangat menarik yaitu Gereja Santa Theresia Salam (Wisma Salam). Wisma Salam merupakan tempat retret dan meditasi yang dikelola oleh Romo Pamong Praja. Wisma Salam ini merupakan tempat yang unik yang dibangun oleh Romo YB Mangun Wijaya (seorang biarawan, arsitek, teknokrat, sosialis demokrat) dan dikembangkan menjadi tempat meditasi hingga saat ini. Peninggalan Romo Mangun yang menarik lainnya yaitu tempat ziarah "Sendang Sono".
Setelah melewati jembatan Sungai Krasak berarti kita sudah memasuki wilayah Kabupaten Magelang dan beberapa meter dari jembatan Krasak tersebut kita akan disambut oleh Tugu Selamat Datang di wilayah Kabupaten Magelang. Wilayah paling ujung yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sleman tersebut merupakan wilayah Kecamatan Salam. Dikecamatan Salam ini terdapat situs menarik peninggalan jaman kuno yang tidak terpelihara seperti situs Candi Wukir (kurang lebih 3 Km dari arah pertiagan Semen ke jurusan Ngluwar). Setelah melewati kecamatan salam, kita akan melalui Kecamatan Muntilan. Sebelum sampai di perbatasan Muntilan kita dapat mengambil jalan belok ke kiri dari arah Desa Jumoyo atau Desa Gulon untuk menuju ke Pos Pengamatan Merapi di Kecamatan Srumbung. Kecamatan Srumbung merupakan daerah agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dari arah Jumoyo di kanan kiri jalan akan kita jumpai tanaman Salak Pondoh. Salak Pondoh dari sekitar daerah Srumbung yang terkenal adalah Salak Pondoh Lumut yang rasanya manis luar biasa. Salak Pondoh ini dapat kita beli langsung dari petani dan dapat kita petik langsung dari kebun. Kita harus hati-hati jika akan memetik buah ini karena ranting pohon yang menyerupai palma itu terdapat banyak duri dan dapat mengenai kepala kita apabila kita tidak memakai topi atau disaba dikenal dengan istilah "caping". Dari Srumbung ini kita dapat menuju kearah utara mendekati kaki Gunung Merapi dan melewati hutan pinus yang sangat indah dan sejuk di Jurang Jero. Pulanggnya kita lebih baik melewati arah Gulon agar lebih cepat sampai di Muntilan.
Di wilayah Kecamatan Muntilan ini ada situs menarik yang hingga saat ini masih belum selesai di kerjakan yaitu Candi Ngawen. Diwilayah Muntilan ini terdapat tempat ziarah bagi umat Islam yang ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai wilayah, yaitu Makam Kyai di Gunungpring. Dari makan ini dapat singgah untuk berbagai keperluan dan minta doa restu kepada seorang Kyai dan penasehat spiritual di wilayah ini yang dikenal dengan Mbah Mat.
Bagi masyarakat Tiong Hoa, di kota Muntilan ini terdapat Klenteng yang unik dan menarik untuk dikunjungi yang berlokasi di berhadapan dengan tempat pembelanjaan di Jalan Pemuda Muntilan. Memang Jalan Pemuda Muntilan ini merupakan jalan satu jalur dari arah Yogyakarta. Di Kota Muntilan tepatnya di wilayah Desa Taman Agung kita dapat menikmati dan membeli kerajinan ukir batu berbagai bentuk dari yang kecil hingga besar. Tempat pahat batu ini tepatnya terletak di dusun Tejowarno. Kita dapat menyaksikan secara langsung ketrampilan pemuda Muntilan mengayunkan palu pahat diatas batu besar yang akan dibuat berbagai bentuk ornamen atau Patung Budha. Menarik sekali untuk di kupas lebih lanjut. Karena letaknya dekat dengan Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dan disekitarnya terdapat beberapa situs candi bahkan hingga ke lereng pegunungan pun ada situs candi seperi candi Asu di daerah Sengi, Kecamatan Dukun, maka sangat tidak mustahil keahlian nenek moyang dahulu kala diwariskan oleh anak cucu, cicit, buyut, canggal dan keturunannya serta kerabat-kerabatnya yang tinggal di sekitar Muntilan. Bagi penganut agama Katholik, di Muntilan terdapat sekolah terkenal yaitu SMA Van Lith. SMA Van Lith bersebelahan dengan Pastoran Muntilan dan dilokasi ini ada beberapa tempat yang unik untuk dikunjungi seperti Makam Romo Sanjaya.
Dari arah Muntilan kearah utara kita akan mencapai wilayah Kecamatan Dukun. Daerah Kecamatan Dukun merupakan daerah potensi penghasil sayuran. Ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di wilayah Kecamatan Dukun ini seperti lokasi peneropongan Gunung Merapi Babadan, Candi Asu di Desa Sengi dan potensi alam wisata pedesaan dengan latar belakang persawahan, tanaman palawija dan sayur mayur. Di Desa Sumber, kita dapat menyaksikan secara langsung pusat kebudayaan dan ada kelompok pemerhati kebudayaan tradisional. Kelompok budaya atau semacam sanggar budaya yang berloksi di Dusun Sumber ini seringkali mengadakan pentas dan di siarkan langsung lewat stasiun televisi atau dipublikasikan lewat media masa. Daerah sumber merupakan daerah pertanian dan palawija. Dari arah Desa Sumber kita dapat berjalan kearah atas lagi yaitu menuju ke Desa Ngargomulyo. Desa ini merupakan desa paling ujung yang berdekatan langsung dengan kaki Gunung Merapi. Dari sini kita dapat melihat langsung pemandangan alam yang sangat indah dan berbagai macam burung, kijang, kancil, rusa, ular, trenggiling, landa, babi hutan, monyet, bahkan harimau kumbang sering kita jumpai di atas Desa Argomulyo tersebut, dan daerah inilah merupakan daerah lintasan kawasan berburu bagi para penghobi berburu, tetapi sekarang tak usah berburu ya...stop dong....Prohibitted! boleh sih berburu manusia jahat saja, berburu koruptor, berburu teroris.
Kembali ke wilayah Muntilan, bagi pemeluk Islam, dapat menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Pabelan. Pondok Pesantren Pabelan cukup terkenal dan cukup disiplin dalam pengelolaannya. Setelah dari Pabelan kita akan menuju ke pertigaan Bojong. Dari Pertigaan Bojong ini kita mengambila jalur ke keri menuji kearah Mendut dan Borobudur.Di Desa Bojong ini terkenal dengan home industri sapu ijuk, aneka macam peralatan rumah tangga dari ijuk dan serabut kelapa serta bahan dari bambu rumput sebagaimana banyak kita jumpai di sepanjang jalan menuju Boyolali melalui Selo atau disekitar Kopeng. Selain itu masyarakat Bojong dan sekitarnya banyak yang membudidayakan ikan air tawar seperti lele dumbo, nila, ikan mas, gurameh dan juga banyak yang membudidayakan ikan hias.
Dari arah Yogyakarta-Muntilan-Pertigaan Bojong kita ambil jalan arah kiri menuju Candi Mendut dan Borobudur. Di Wilayah Desa Mendut dan Borobudur ini terdapat situs peninggalan sejarah yang dikagumi masyarakat internasional, bahkan menjadi simbol peradaban masyarakat dunia sebagai peninggalan sejarah masa lampau yang harus di lindungi (heritage of mankind) dan Candi Borobudur pernah diakui menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia (The Seven Wonder of The World).(http://www.borobudur.tv/mendut_before1.htm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar