Marilah kita sama-sama telusuri istilahnya terlebih dahulu, menurut "Kamus Besar Bahasa Indonesia" edisi Ketiga (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional) dicetak oleh Penerbit Balai Pustaka, Jakarta tahun 2007 (KBBI), pada halaman 990 pengertian sampah adalah "barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi". Kita sering kali rancu mengartikan sampah dengan limbah. Menurut kami, istilah sampah lebih luas dari pada pengertian limbah, limbah termasuk sampah, marilah kita telusuri istilah limbah lebih lanjut, didalam halaman 672 KBBI tersebut diatas disebutkan pengertian limbah adalah: 1). sisa produksi, 2). bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian, 3). barang rusak atau cacat dalam proses produksi.
Limbah cair adalah air yang membawa sampah dari rumah, bisnis, dan industri.
Limbah halaman adalah guntingan, pangkasan tanaman, dan bahan buangan lainnya dari halaman dan kebun.
Limbah Industri adalah limbah yang berasal dari buangan kegiatan industri.
Limbah padat adalah bahan yang tidak berguna, tidak diinginkan atau dibuang dengan kandungan cairan yang tidak cukup untuk bebas mengalir. Nah kita pasti akan bisa mengerti tentang perbedaan istilah sampah dan limbah, paling tidak bisa membedakan, ataukan malah tambah bingung? Kalu pusing minum saja puyer 78, atau naspro, kalau bingung cepat-cepat cari pegangan ya! entar terjatuh.
Mengapa sampah selalu menarik untuk dijadikan pembicaraan ?
Karena sampah merupakan hasil "ekses" dari kegiatan kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu sampah selalu hangat diperbincangkan, diperdebatkan dan diberitakan bahkan tidak jarang menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan. Sampah pula yang memicu perselisihan karena orang tidak mau akan bau busuk sampah karena orang sembarangan buang sampah. Orang juga tidak mau akan dikatakan "sampah masyarakat", karena istilah sampah itu sudah menjadi istilah yang sangat jelek di benak kita. Sampah pasti bau, pasti bentuknya jelek dan menjijikkan, pasti busuk, pasti banyak lalat,pasti sarang penyakit dan sebagainya dan sebagainya. Kita yakin kalau sampah akan selalu mencemari lingkungan kita meskipun dalam batas kecil. Kita tidak mau kan terkena dampak pencemaran ? tentunya tidak mau karena akan membikin bau tidak enak pandangan tidak nyaman dan badan tidak sehat alias "sakit". Sakit dapat bermacam macam, sakit mata , sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit hidung bahkan "sakit hati" (coba kita lempari rumah tetangga dengan sisa makanan kita) yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh dan menuju ke awal kematian.
Selagi dibumi ini masih dihuni manusia, pasti akan selalu ada sampah. Semakin banyak penghuninya akan semakin banyak tumpukan sampah disekitarnya.
Terus siapakah yang bertanggung jawab akan sampah ?
Dinas tata kota ? Dinas Lingkungan Hidup ? atau pemulung ? atau Pemerintah Daerah setempat? atau Ketua RT? atau Lurah?.....yahhh tentunya sampah menjadi tanggung jawab kita semua. Makanya kita tidak boleh buang sampah disembarang tempat.
Konsep "Sapu Lidi" dalam penanganan sampah !
Tentunya kita semua tahu, apa itu sapu lidi. Lidi adalah sebatang tulang dari daun kelapa yang biasanya digunakan untuk sapu dan untuk tusuk sate ayam atau tusuk sudi (tempat aneka makanan berupa bulatan kecil sebesar tutup gelas terbuat dari daun pisang yang dipergunakan dalam hajatan - di Jawa). Saat ini pula lidi sudah mengalami perkembangan fungsinya dibuat berbagai aneka hiasan mulai. Lidi jika hanya sebatang tentu tidak akan banyak manfaatnya, tetapi setelah diikat akan menjadi sapu yang kuat yang mampu untuk menyapu dan membersihkan halaman. Nah, apabila kita bersatu dari pemulung, pak RT, hingga aparat yang berkompeten manangani sampah pasti kita akan berhasil mengelola sampah dengan baik dan bijaksana. Mari bersatu seperti "SAPU LIDI" untuk menyikapi sampahhhhhhhhhhhhhhh.
Pengelolaan sampah dengan baik artinya kita mampu membedakan mana sampah itu yang dapat langsung membusuk, istilah kerennya "sampah organik" dan sampah yang tidak dapat membusuk "sampah anorganik". Harus kita pisahkan diantara sisa makanan dari tumbuhan (sayur-mayur / kayu bakar) atau dari daging (tulang, ikan busuk) dari plastik (biasanya pembungkus dan botol) dari besi, logam dan tembaga, dari kaca, dan yang paling kita pisahkan adalah sisa bahan kimia yang beracun dan berbahaya (B3) yang banyak mengandung logam berat dan racun. Pasti ada cara tersendiri untuk mengatasi pemisahan sampah tersebut, tergantung dari karakteristik lingkungan keluarga, luas tempat, lingkungan hunian dan lingkungan sosial masyarkatnya, yang penting kita sama-sama mempunyai kesadaran tentang hal itu. Kalau kita sudah menyadari tentang pengelolaan sampah yang baik, tentu kita akan bertindak secara bijaksana (bukan "bijak-bijik" atau "bijik sana-bijik sini" entar kepala menjadi bengkak terbentur dinding atau ditonjok orang). Bijaksana disini tentunya pelaksanaannya dapat diterima oleh lingkungan setempat, nah inilah "Ketua RT" menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pengelolaan sampah.
Peranan Ketua RT dalam kebijaksanaan pengelolaan sampah di masyarakat sangat penting.
Kenape ? karena "Pak RT" merupakan orang yang paling mengetahui kegiatan dan seluk-beluk permasalahan dilingkungan rumah tangga kampung atau dusunnya. Bijaksana dengan cara apa? tentunya dengan cara musyawarah antar tetangga. Janganlah kita sudah mengelola sampah dengan baik tetapi kurang bijaksana misalnya tong-tong sampah atau tempat sampah kita dekatkan dengan pintu masuk rumah tetangga, atau tempat sampah kita tempatkan pada ruang untuk kegiatan umum seperti dekat lapangan volley pemuda, itu hanya sekedar contoh saja semacam ilustrasi belaka.
Sampah di kota bagaimana ?
Sebenarnya tak ada masalah kalau orang kota kreatif (bolehlah dibilang "kere aktif") karena sampah organik dari TPA dapat dikelola menjadi pupuk organik atau sampah plastik dan besi bisa di daur ulang, bisa dibikin mainan bahkan cendera mata dari barang bekas. Sudah "kere aktif" kah orang kota? Bagaimana dengan pengambil kebijakan (Dinas Tata Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Bappedal, Pemda) bila perlu saling tukar informasi antar Pemda dan studi banding.
Mau contoh penanganan sampah yang kurang bijaksana lagi ?
Seperti diberitakan oleh Harian Kompas tanggal 16 Desember 2008, TPA Bantar Gebang (paling tidak kita pernah dengar daerah ini lewat lirik lagu dari kelompok "Slank" :......buang sampah di Bantar Gebang......) milik Dinas Kebersihan Kota DKI Jakarta dikomplain masyarakat di Desa Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi karena TPA (Tempat Pembuangan Akhir) mencemari lingkungan di sekitarnya. Truk pengankut sampah di cegah masuk sehingga hanya antre di jalan menuju TPA, bagaimana akhirnya? bau dan lalat berterbangan membuat lingkungan sekitar jalan masuk TPA tidak nyaman. Apa tuntutan rakyat sekitar TPA ? Kompensasi perbaikan jalan, penyediaan air bersih karena air disekitar TPA sudah berbau dan tercemar. Nah, celaka, membuat malapetaka dan bisa-bisa kalau ada korban menjadikan masuk neraka...karena hanya kurang bijaksana.
Sampah pula dapat menjadikan orang kaya ?
Sampah dapat menjadi peluang kerja bagi pemulung, dapat pula menjadi peluang kerja bagi inovator seni (contohnya di daerah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia ada seniman yang specialis membuat aneka bentuk benda seni dari kaleng bekas). Sampah pula yang mengantarkan "Keluarga Kasio" di daerah Magelang tepatnya di Jl. Sukarno-Hata Magelang menjadi jutawan sebagai pengepul "barang rongsok". Kalau kita amati di sekitar Jalan Sukarno Hata Magelang setiap harinya selalu ramai dengan kesibukan para pemulung dan beberapa truk gandeng yang akan mengirimkan barang rongsok ke Jakarta atau dengan tujuan pabrik daur ulang di Surabaya,itulah salah satu pengepul barang rongsok yang sukses. Keuntungan lain dari pengepul barang rongsok adalah membuka banyak lapangan kerja bagi para pemulung. Pemulung yang keluar masuk membawa barang rongsok ke "Kasio" tak terhitung jumlahnya. Acung jempol buat Pak Kasio !!!
Jika tidak ada pemulung yang rela mengambil sebagian onggokan sampah, kota ini semakin lama akan semakin tenggelam oleh sampah kita sendiri. Luas lahan tentunya tidak bertambah akan tetapi sampah setiap hari selalu ada. Jangan dibayangkanlah !
Pak Mentri, Pak DPR, Bapak atau Ibu yang duduk di Pemda atau pak siapa sajalah yang peduli pemulung, "Dana Mitra Lingkungan" atau semacamnya menurut kami sebagian sebaiknya lebih bermanfaat untuk menggalang dan meningkatkan hidup para pemulung. Adanya pemulung setidaknya membuat lingkungan kita juga semakin bersih. Perlu pula adanya pemulung-pemulung yang terpelajar. Jangan takut dan jangan malu dikatakan pemulung.
Budaya malu ?
Mengapa kita masih perlu budaya malu ? kata pepatah malu akan membuat kita tidak maju. Benarkah demikian ? memang ada benarnya, kalau kita malu bertanya tentu akan sesat dijalan. Kalau kita malu belajar kita akan ketinggalan dan tidak tahu informasi. Tetapi malu ada malu yang perlu dibudayakan untuk saat ini. Apa itu? inilah, malu untuk berbuat jahat, malu untuk korupsi, malu untuk mencemari. Kalu kita tidak punya rasa malu untuk jahat, untuk korupsi dan untuk mencemari tentu kita akan di anggap bangsa yang "malu-maluin" dan kita bisa dikatakan "orang yang tak tahu malu!!! Untuk malu akan berbuat jahat , korupsi dan malu untuk mencemari kita harus malu 100% jangan pernah malu-malu kucing (jawanya: aras-arasen isin). Karena malu-malu kucing itu merupakan malu yang setengah-setengah.
Bagi setiap insan ciptaan Tuhan yang disebut manusia yang masih punya kemaluan, katakan "aku malu ah!" jika membuang sampah sembarangan. Kalau perlu ada baliho atau poster di setiap pojok jalan kota dengan beruliskan "Jangan Buang Sampah Sembarangan". Itulah maksud kami untuk menumbuhkan rasa malu untuk membuang sampah sembarangan.
Baca : UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah !
Presiden bilang : Marilah kita "duduk bersama" untuk mengatasi dan menanggulangi sampah perkotaan. Mari Pak Presiden.....
Jumat, 12 Desember 2008
Kamis, 11 Desember 2008
Illegal Logging !!!!!!!!!!
Illegal Logging, makanan macam apakah itu ?
Kita telusuri dulu kalimat demi kalimat agar ngerti bener apa yang dimaksud dengan istilah yang sering muncul di berita tentang "illegal logging". Menurut kamus "Oxford Learner's Dictionary" terbitan Oxford University Press tahun 1983, yang dimaksud dengan "Illegal" adalah "against the law, not legal" yang artinya "melawan hukum atau bertentangan dengan hukum, tidak sah". Menurut kamus tersebut istilah "Log" berarti "length of a tree-trunk that has fallen or been cutdown" yang artinya "sepanjang atau segelondong batang pohon yang telah jatuh atau ditebang". Istilah "tree-trunk" yaitu "main stem of a tree" yang artinya " merupakan batang pohon tanpa ranting dan dahan atau biasanya dikenal dengan istilah kayu gelondong". Itulah kalau kita mau telusuri kata demi kata menurut kamus bahasa inggris.
Illegal logging merupakan tindakan yang dilarang oleh suatu peraturan , dimana tindakan itu berupa penebangan kayu di hutan yang tanpa didasari oleh suatu aturan atau tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang sah dari instansi terkait atau pejabat yang berwenang, termasuk juga pengangkutannya, penjualannya dan yang berhubungan dengan itu. Orang menebang kayu dihutan dengan membabi buta (pig blind ?) dapat dikenai dengan jeratan pasal tindak pidana (KUHP) maupun Undang Undang Kehutanan No.41 tahun 1999. Demikian juga tindakan pengangkutan, penyimpanan, menjual kayu ilegal akan dikenai sanksi. Ilegal itu katanya tidak berdasarkan aturan atau tidak legal (tidak - hukum ) jadi tidak berdasarkan landasan hukum, sedangkan log itu berarti kayu (logging sendiri mempunyai arti kegiatan yang berhubungan dengan kayu). Memang kegiatan yang ilegal-ilegal itulah yang musti otang harus tahu, seperti ilegal fishing, dan jangan mau ikut campur dengan urusan yang ilegal, bisa-bisa dijerat pasal "ikut membantu" atau "ikut serta" atau "memberi fasilitas" secara ilegal.
Mengapa dilarang ?
Kenapa orang musti harus tahu ?
karena kalau orang tidak tahu, orang akan terjerat pasal hukum (konon katanya ada pepatah hukum mengatakan: bahwa setiap orang dianggap tahu akan undang-undang. Padahal kita yakin bahwa orang yang mempelajari hukumpun belum tentu pernah membaca isi suatu undang-undang, lebih banyak baca komik kali atau barangkali terlalu banyak aturan atau undang-undang dan setiap ganti menteri atau ganti presiden akan terjadi amandemen(opo maneh ? - amandemen itu merupakan tambahan dari suatu aturan atau undang-undang yang telah dibuat lebih dahulu - gitu lho!). Sarjana Hukum kan pada bingung karena banyaknya aturan makanya aku males memeparkan aturan atau pasal-pasal baca aja tuh dibawah seabrek ketentuan dari link-lain ya.
Apalagi orang awam yang tidak pernah baca ilmu hukum atau peraturan atau bahkan tidak mengerti akan baca tulis, tentunya akan sangat mungkin yang bersangkutan akan dirugikan oleh karena ketidak tahuannya. Kalau kita amati lebih mendalam, orang yang paling banyak terjerat kasus illegal logging adalah orang yang tidak memahami aturan dan biasanya masyarakat yang ekonominya minim atau boleh dikatakan "miskin". Mereka tidak tahu pasti dan kemungkinan besar hanya disuruh oleh para cukong. Para cukong inilah biasanya orang-orang pintar yang "melek hukum" sehingga biasanya berkelit dan menghidar dari jeratan hukum. Para cukong merupakan orang yang pandai bersilat lidah (dilidahnya melilit sabuk hitam : karena pesilat yang sudah profesional atau maha guru menyandang sabuk hitam atau "black belt") dan sebagai pendekar (pandai berkelakar di lingkungan "birokrat busuk", punya uang yang dianggap maha segalanya dan hanya ketawa sana ketawa sini, mondar sana mondir sini = mondar mandir, "cengengesan" bahasa Jawanya), sehingga sering lepas atau melepaskan diri dari jeratan hukum. Coba kita tengok penghuni sel yang ada di daerah yang rawan illegal logging pasti orang "miskin" karena terhimpit ekonomi sehingga hanya sebagai buruh tebang, buruh angkut, buruh kapal dan bukan pelaku ekonomi langsung seperti pedagang atau agen atau pengepul. Penghuni sel tersebut kebanyakan buruh angkut, buruh tebang atau pemilik perahu pengangkut kayu, sedangkan pelaku utamanya sangat sedikit yang masuk sel. Demikianlah secara empiris di lapangan dapat kita saksikan bahwa hukum masih berlaku untuk orang kecil saja. Marilah kita sama sama jangan menjadi "wong bodho" atau "mbodoni uwong", kalau kita menjadi orang tolol maka kita akan selalu tidak mau tahu dengan aturan dan kalau kita tahu aturan tetapi kita "mbodoni uwong" atau membodohi orang yang cenderung berbuat "ngapusi" atau berbohong, kita termasuk orang berdosa dan dapat mencelakakan orang lain dan kita nantinya akan menempati neraka "penghuni neraka".
Penebangan kayu dihutan dengan istilah kerennya "Pembalakan" akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Tumbuhan sebagai bamper dan absorber dari kucuran air hujan dan longsoran tanah yang tidak dikehendaki akan semakin berkurang bahkan habis, sehingga menimbulkan masalah baru yaitu terjadinya banjir, terjadinya lahan kritis (yang namanya kritis itu dapat dikatakan "sakit mengkis-mengkis"-istilah jawanya)sehingga akan berakibat tanah longsor. Dilain pihak (ini adalah pihak makhluk hidup lain)akan mengakibatkan berkurangnya atau tergusurnya habitat alam sehingga akan berpengaruh terhadap keharmonisan pada suatu ekosistem. Mengapa tidak harmonis ? karena monyet, ular, burung akan punah, akan pergi dari lingkungan yang telah dirombak atau telah dirampok sehingga monyet tidak punya makan dan akan menjarah ke lingkungan pertanian jagung (misalnya) di sekitar rumah penduduk, ular akan turun ke perkampungan, demikian juga harimau (katanya: raja hutan) akan marah-marah dan menerkam ayam kita, tak kan ada lagi suara nyanyian burung (karena burung pandai bernyanyi-hanya burungnya manusia saja yang pandai menangis. Kalau hutan kita gundul apa akibat lainnya ? ya, tentu saja terjadi pemanasan global (suhu udara akan naik derajatnya - ini derajat celcius bukan derajat kopral menjadi jenderal). Apa bedanya : Kalau suhu naik udara akan panas dan membuat gerah, tidak nyamanlah. Kalau derajat kopral menjadi jenderal akan nyaman, dulu waktu jadi kopral mana bisa berani melawan preman tetapi setelah menjadi jenderal akan memerangi preman tanpa kasih solusinya, latar belakangnya dan efek kedepan atau pasca penindakan. Jadi jenderal lebih nyamanlah....
Daerah yang rawan terhadap praktek ilegal logging kebanyakan adalah daerah yang masih banyak hutannya seperi Kalimantan (Borneo-Tempo doeloe), Irian Jaya, Sumatera, Sulawesi.
Kalau kita baca "Forum Keadilan No. 32/08-14 Desmber 2008 di halaman 11 berjudul : Raksasa Pelumat Hutan" bahwa hutan di Indonesia ini termasuk hutan hujan tropis yang paling besar untuk ketahanan paru-paru dunia. Coba bayangkan kalau bumi ini merupakan tubuh manusia dan salah satu organ tubuhnya di negara Indonesia berupa paru-paru hutan hujan tropis, kalau paru-paru kita sakit oleh penebangan dan kebanyakan asap karena kelebihan asap rokok (maksudnya kelebihan emisi gas buang) tentu tubuh ini akan sakit terbatuk-batuk, akhirnya menyebabkan semua organ tubuh menjadi sakit juga. Illegal logging, deforestasi dan degradasi hutan jelas menyebabkan efek pemanasan global dan berakibat pada kerusakan lingkungan seperti perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu, curah hujan yang sedikit,banjir, tanah longsor, panas berkepanjangan dan perubahan musim tanam yan berdampak pada kultur pertanian.
Perlu sosialisasi ?
Perlu sekali pemberitaan di surat kabar atau ulasan lewat radio dan televisi agar banyak awam yang tahu sehingga mereka tidak lagi awam tapi paling tidak terpelajar lewat berita itu. Kita sama-sama tidak lagi bodoh "wong bodho" atau membodohi orang "mbodoni uwong" yang akan cenderung menjadi "wong apus-apus tukang ngapusi ngantik nglempus" pembohong, yang ujung-ujungnya kalau di birokrat disebut "KORUPTOR".
Marilah lestarikan hutan kita !
Kita telusuri dulu kalimat demi kalimat agar ngerti bener apa yang dimaksud dengan istilah yang sering muncul di berita tentang "illegal logging". Menurut kamus "Oxford Learner's Dictionary" terbitan Oxford University Press tahun 1983, yang dimaksud dengan "Illegal" adalah "against the law, not legal" yang artinya "melawan hukum atau bertentangan dengan hukum, tidak sah". Menurut kamus tersebut istilah "Log" berarti "length of a tree-trunk that has fallen or been cutdown" yang artinya "sepanjang atau segelondong batang pohon yang telah jatuh atau ditebang". Istilah "tree-trunk" yaitu "main stem of a tree" yang artinya " merupakan batang pohon tanpa ranting dan dahan atau biasanya dikenal dengan istilah kayu gelondong". Itulah kalau kita mau telusuri kata demi kata menurut kamus bahasa inggris.
Illegal logging merupakan tindakan yang dilarang oleh suatu peraturan , dimana tindakan itu berupa penebangan kayu di hutan yang tanpa didasari oleh suatu aturan atau tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang sah dari instansi terkait atau pejabat yang berwenang, termasuk juga pengangkutannya, penjualannya dan yang berhubungan dengan itu. Orang menebang kayu dihutan dengan membabi buta (pig blind ?) dapat dikenai dengan jeratan pasal tindak pidana (KUHP) maupun Undang Undang Kehutanan No.41 tahun 1999. Demikian juga tindakan pengangkutan, penyimpanan, menjual kayu ilegal akan dikenai sanksi. Ilegal itu katanya tidak berdasarkan aturan atau tidak legal (tidak - hukum ) jadi tidak berdasarkan landasan hukum, sedangkan log itu berarti kayu (logging sendiri mempunyai arti kegiatan yang berhubungan dengan kayu). Memang kegiatan yang ilegal-ilegal itulah yang musti otang harus tahu, seperti ilegal fishing, dan jangan mau ikut campur dengan urusan yang ilegal, bisa-bisa dijerat pasal "ikut membantu" atau "ikut serta" atau "memberi fasilitas" secara ilegal.
Mengapa dilarang ?
Kenapa orang musti harus tahu ?
karena kalau orang tidak tahu, orang akan terjerat pasal hukum (konon katanya ada pepatah hukum mengatakan: bahwa setiap orang dianggap tahu akan undang-undang. Padahal kita yakin bahwa orang yang mempelajari hukumpun belum tentu pernah membaca isi suatu undang-undang, lebih banyak baca komik kali atau barangkali terlalu banyak aturan atau undang-undang dan setiap ganti menteri atau ganti presiden akan terjadi amandemen(opo maneh ? - amandemen itu merupakan tambahan dari suatu aturan atau undang-undang yang telah dibuat lebih dahulu - gitu lho!). Sarjana Hukum kan pada bingung karena banyaknya aturan makanya aku males memeparkan aturan atau pasal-pasal baca aja tuh dibawah seabrek ketentuan dari link-lain ya.
Apalagi orang awam yang tidak pernah baca ilmu hukum atau peraturan atau bahkan tidak mengerti akan baca tulis, tentunya akan sangat mungkin yang bersangkutan akan dirugikan oleh karena ketidak tahuannya. Kalau kita amati lebih mendalam, orang yang paling banyak terjerat kasus illegal logging adalah orang yang tidak memahami aturan dan biasanya masyarakat yang ekonominya minim atau boleh dikatakan "miskin". Mereka tidak tahu pasti dan kemungkinan besar hanya disuruh oleh para cukong. Para cukong inilah biasanya orang-orang pintar yang "melek hukum" sehingga biasanya berkelit dan menghidar dari jeratan hukum. Para cukong merupakan orang yang pandai bersilat lidah (dilidahnya melilit sabuk hitam : karena pesilat yang sudah profesional atau maha guru menyandang sabuk hitam atau "black belt") dan sebagai pendekar (pandai berkelakar di lingkungan "birokrat busuk", punya uang yang dianggap maha segalanya dan hanya ketawa sana ketawa sini, mondar sana mondir sini = mondar mandir, "cengengesan" bahasa Jawanya), sehingga sering lepas atau melepaskan diri dari jeratan hukum. Coba kita tengok penghuni sel yang ada di daerah yang rawan illegal logging pasti orang "miskin" karena terhimpit ekonomi sehingga hanya sebagai buruh tebang, buruh angkut, buruh kapal dan bukan pelaku ekonomi langsung seperti pedagang atau agen atau pengepul. Penghuni sel tersebut kebanyakan buruh angkut, buruh tebang atau pemilik perahu pengangkut kayu, sedangkan pelaku utamanya sangat sedikit yang masuk sel. Demikianlah secara empiris di lapangan dapat kita saksikan bahwa hukum masih berlaku untuk orang kecil saja. Marilah kita sama sama jangan menjadi "wong bodho" atau "mbodoni uwong", kalau kita menjadi orang tolol maka kita akan selalu tidak mau tahu dengan aturan dan kalau kita tahu aturan tetapi kita "mbodoni uwong" atau membodohi orang yang cenderung berbuat "ngapusi" atau berbohong, kita termasuk orang berdosa dan dapat mencelakakan orang lain dan kita nantinya akan menempati neraka "penghuni neraka".
Penebangan kayu dihutan dengan istilah kerennya "Pembalakan" akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Tumbuhan sebagai bamper dan absorber dari kucuran air hujan dan longsoran tanah yang tidak dikehendaki akan semakin berkurang bahkan habis, sehingga menimbulkan masalah baru yaitu terjadinya banjir, terjadinya lahan kritis (yang namanya kritis itu dapat dikatakan "sakit mengkis-mengkis"-istilah jawanya)sehingga akan berakibat tanah longsor. Dilain pihak (ini adalah pihak makhluk hidup lain)akan mengakibatkan berkurangnya atau tergusurnya habitat alam sehingga akan berpengaruh terhadap keharmonisan pada suatu ekosistem. Mengapa tidak harmonis ? karena monyet, ular, burung akan punah, akan pergi dari lingkungan yang telah dirombak atau telah dirampok sehingga monyet tidak punya makan dan akan menjarah ke lingkungan pertanian jagung (misalnya) di sekitar rumah penduduk, ular akan turun ke perkampungan, demikian juga harimau (katanya: raja hutan) akan marah-marah dan menerkam ayam kita, tak kan ada lagi suara nyanyian burung (karena burung pandai bernyanyi-hanya burungnya manusia saja yang pandai menangis. Kalau hutan kita gundul apa akibat lainnya ? ya, tentu saja terjadi pemanasan global (suhu udara akan naik derajatnya - ini derajat celcius bukan derajat kopral menjadi jenderal). Apa bedanya : Kalau suhu naik udara akan panas dan membuat gerah, tidak nyamanlah. Kalau derajat kopral menjadi jenderal akan nyaman, dulu waktu jadi kopral mana bisa berani melawan preman tetapi setelah menjadi jenderal akan memerangi preman tanpa kasih solusinya, latar belakangnya dan efek kedepan atau pasca penindakan. Jadi jenderal lebih nyamanlah....
Daerah yang rawan terhadap praktek ilegal logging kebanyakan adalah daerah yang masih banyak hutannya seperi Kalimantan (Borneo-Tempo doeloe), Irian Jaya, Sumatera, Sulawesi.
Kalau kita baca "Forum Keadilan No. 32/08-14 Desmber 2008 di halaman 11 berjudul : Raksasa Pelumat Hutan" bahwa hutan di Indonesia ini termasuk hutan hujan tropis yang paling besar untuk ketahanan paru-paru dunia. Coba bayangkan kalau bumi ini merupakan tubuh manusia dan salah satu organ tubuhnya di negara Indonesia berupa paru-paru hutan hujan tropis, kalau paru-paru kita sakit oleh penebangan dan kebanyakan asap karena kelebihan asap rokok (maksudnya kelebihan emisi gas buang) tentu tubuh ini akan sakit terbatuk-batuk, akhirnya menyebabkan semua organ tubuh menjadi sakit juga. Illegal logging, deforestasi dan degradasi hutan jelas menyebabkan efek pemanasan global dan berakibat pada kerusakan lingkungan seperti perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu, curah hujan yang sedikit,banjir, tanah longsor, panas berkepanjangan dan perubahan musim tanam yan berdampak pada kultur pertanian.
Perlu sosialisasi ?
Perlu sekali pemberitaan di surat kabar atau ulasan lewat radio dan televisi agar banyak awam yang tahu sehingga mereka tidak lagi awam tapi paling tidak terpelajar lewat berita itu. Kita sama-sama tidak lagi bodoh "wong bodho" atau membodohi orang "mbodoni uwong" yang akan cenderung menjadi "wong apus-apus tukang ngapusi ngantik nglempus" pembohong, yang ujung-ujungnya kalau di birokrat disebut "KORUPTOR".
Marilah lestarikan hutan kita !
Jumat, 21 November 2008
Al Gore selalu perhatian dengan masalah lingkungan hidup
Berita yang kami ambil langsung dari Antara News tanggal : 19/11/08 23:10, marilah kita ikuti langkah Al Gore untuk selalu mendengungkan masalah lingkungan global, dimana tempat kita dapat dan mencoba untuk selalu perhatian atau "care" terhadap masalah-masalah lingkungan, dan selalu beritakan dan beritahukan berita tentang kerusakan lingkungan dan penanggulangannya atau berita-berita positif tentang lingkungan baik disekitar rumah tinggal atau keluarga kita sendiri, di jalan, di toko, di sekolahan dan mulailah memperkenalkan masalah lingkungan kepada anak anak kecil (balita). Kita menyebarkan masalah lingkungan dengan hati senang saja dan tanpa pamrih, tentunya bumi ini akan selamat dari petaka pencemaran. Bumi ini juga besok untuk pijakan anak cucu kita. Berita dari Antara News dengan judul : "Pidato Lingkungan Al Gore Raih Doktor Kehormatan Jepang" dengan kutipan langsung dan kami edit beberapa warna dan font agar terbaca lebih jelas dan dapat mudah diingat, sebagai berikut :
Tokyo (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Albert A Gore atau dikenal dengan sebutan Al Gore, menerima penghargaan Doktor Honoris Causa bidang hukum dari Universitas Waseda, Jepang, atas jasanya yang gigih dalam melakukan advokasi mengenai perlindungan lingkungan dan persoalan perubahan iklim global.
Upacara penganugerahan dilakukan di auditorium utama universitas ternama Jepang itu di Tokyo, Rabu, disaksikan sekitar 700 orang, termasuk jajaran sivitas akademika, angota keluarga kerajaan Jepang, dan sejumlah kalangan diplomat di Jepang.
Rektor Universitas Waseda Katsuhiko Shirai dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Al Gore dan juga pemamaparannya soal kegiatan perlindungan lingkungan hidup di dunia akan membuka wawasan yang luas bagi para mahasiswa.
"Sumbangan pemikirannya yang progresif memberikan kontribusi besar bagi Universitas Waseda dalam menelaah persoalan-persoalan lingkungan hidup global," katanya.
Sementara itu, Al Gore dalam pidatonya menyebutkan bahwa situasi krisis, termasuk krisis ekonomi yang kini melanda dunia, selalu memiliki dua sisi, yaitu kondisi yang berbahaya (dangerous), namun di sisi lain juga menimbulkan peluang (opportunity).
Begitu juga dengan persoalan perlindungan lingkungan hidup dan pemanasan global, selain menimbulkan ancaman berbahaya namun pada kesempatan yang sama justru menciptakan peluang.
"Kita memerlukan `green global stimulus` sekaligus upaya untuk mempromosikan saling pengertian bersama," kata penulis buku "Ecologi and Human Spirit" itu.
Pria kelahiran Washington tahun 1948 itu sebelumnya kerap mendapat kecaman dan kritik bahkan disikapi skeptis oleh banyak kalangan atas kebijakannya untuk mengurangi pemanasan global. Namun ia tetap maju terus dan tidak memperdulikan pengkritiknya. Pada akhirnya aktivitas mampu menggugah kepedulian dunia terhadap isu lingkungan hidup.
Upaya gigih dari peraih penghargaan Nobel Perdamaian 2007 itu dapat disaksikan dalam film "An Inconvenient Truth" yang meraih penghargaan Academy Award pada tahun 2006 sebagai film dokumenter terbaik. Film tersebut menggambarkan dampak pemanasan global yang kian meresahkan sehingga membutuhkan kerjasama seluruh negara-negara di dunia.
Kami ucapkan "SELAMAT UNTUK AL GORE".
Upacara penganugerahan dilakukan di auditorium utama universitas ternama Jepang itu di Tokyo, Rabu, disaksikan sekitar 700 orang, termasuk jajaran sivitas akademika, angota keluarga kerajaan Jepang, dan sejumlah kalangan diplomat di Jepang.
Rektor Universitas Waseda Katsuhiko Shirai dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Al Gore dan juga pemamaparannya soal kegiatan perlindungan lingkungan hidup di dunia akan membuka wawasan yang luas bagi para mahasiswa.
"Sumbangan pemikirannya yang progresif memberikan kontribusi besar bagi Universitas Waseda dalam menelaah persoalan-persoalan lingkungan hidup global," katanya.
Sementara itu, Al Gore dalam pidatonya menyebutkan bahwa situasi krisis, termasuk krisis ekonomi yang kini melanda dunia, selalu memiliki dua sisi, yaitu kondisi yang berbahaya (dangerous), namun di sisi lain juga menimbulkan peluang (opportunity).
Begitu juga dengan persoalan perlindungan lingkungan hidup dan pemanasan global, selain menimbulkan ancaman berbahaya namun pada kesempatan yang sama justru menciptakan peluang.
"Kita memerlukan `green global stimulus` sekaligus upaya untuk mempromosikan saling pengertian bersama," kata penulis buku "Ecologi and Human Spirit" itu.
Pria kelahiran Washington tahun 1948 itu sebelumnya kerap mendapat kecaman dan kritik bahkan disikapi skeptis oleh banyak kalangan atas kebijakannya untuk mengurangi pemanasan global. Namun ia tetap maju terus dan tidak memperdulikan pengkritiknya. Pada akhirnya aktivitas mampu menggugah kepedulian dunia terhadap isu lingkungan hidup.
Upaya gigih dari peraih penghargaan Nobel Perdamaian 2007 itu dapat disaksikan dalam film "An Inconvenient Truth" yang meraih penghargaan Academy Award pada tahun 2006 sebagai film dokumenter terbaik. Film tersebut menggambarkan dampak pemanasan global yang kian meresahkan sehingga membutuhkan kerjasama seluruh negara-negara di dunia.
Kami ucapkan "SELAMAT UNTUK AL GORE".
Kamis, 20 November 2008
Jalan jalan di Magelang dan sekitarnya
Magelang merupakan kota kabupaten dan kota madya di Jawa Tengah. Kota Kabupaten Magelang dengan ibu kota di Kota Mungkid dan Kota Magelang sendiri merupakan Kota Madya . Kota kecil ini , memiliki karakter alam sejuk karena banyak pohon rindang bahkan di tengah kota ada suatu gunung kecil yang dinamakan Gunung Tidar. Magelang juga dikelilingi oleh perbukitan Menoreh disebelah selatan kota dan Gunung Merapi dan Merbabu disebelah Utara dan disebelah barat terlihat gunung Sumbing dan Sindoro. Ada yang bilang kota Magelang merupakan "pakuning tanah jawa". Memang kota kecil ini merupakan kota yang unik, disinilah tempat para perwira ABRI di gembleng karena mulai dari sinilah para perwira ABRI sebagai pengayom dan pertahanan negara disekolahkan, Akademi Militer Magelang. Kita dapat menelusuri lebih lanjut Kota Magelang melalui website http://www.magelangkota.go.id.
Kita dapat mencapai Magelang baik dari arah Solo melalui Kartasura, Boyolali dan menyimpang kekiri lewat (Selo) selangkangan Gunung Merapi Merbabu, kita akan melewati kawasan perbukitan dan tanjakan di kaki gunung yang sangat indah. Di Selo ini terdapat jalur pendakian untuk mendaki ke puncak Merapi maupun puncak Merbabu. Kalau kita singgah disini pada hari sabtu sore malam minggu, akan terlihat banyak pendaki baik muda-mudi atau hanya penggembira dari
berbagai daerah yang menikmati pos di Selo ini. Di Selo ini pula ada monumen wisata yang diresmikan oleh mantan Presiden Megawati sebagai wilayah jalur wisata Yogya Solo Boyolali Magelang Semarang (JOGLOSEMAR). Melewati Selo ini kita bisa melihat indahnya panorama gunung aktif Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap dan lava dan menikmati indahnya pertanian sayuran yang kita lewati sepanjang perjalanan hingga menuju ke Ketep Pass yang sudah merupakan wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Sawangan. Dari Ketep Pass kita dapat singgah sebentar menikmati indahnya alam pegunungan dan terlihat kota Muntilan, Magelang dari ketinggian sekitar 1500 m diatas permukaan air laut. Kita dapat melihat gunung Merbabu dan Merapi yang sangat menakjubkan dari tempat yang sangat dekat sekali dan jelas sekali guguran lava terlihat dari moncong gunung Merapi. Di Ketep Pass ini pula ada gedung pemutaran film (Merapi Volcano), kita dapat melihat sejarah meletusnya Gunung Merapi dan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Ketep Pass ini kita dapat turun melewati Kecamatan Sawangan menuju Blabak dan kearah kanan jalan propinsi Yogya -Magelang-Semarang menuju ke arah Kota Magelang dengan pemandangan kanan kirinya pertanian sayur dan persawahan padi dan palawija.
Setelah dari Blabak sekitar 1 Km kita jumpai sungai Elo (Elo River) yang sering dipakai untuk arung jeram. Kita dapat singgah sebentar untuk mencoba menikmati arung jeram di sepanjang Sungai Elo ini hingga menuju ke Kecamatan Mendut sebelum pertemuan Sungai Elo dan Progo.
berbagai daerah yang menikmati pos di Selo ini. Di Selo ini pula ada monumen wisata yang diresmikan oleh mantan Presiden Megawati sebagai wilayah jalur wisata Yogya Solo Boyolali Magelang Semarang (JOGLOSEMAR). Melewati Selo ini kita bisa melihat indahnya panorama gunung aktif Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap dan lava dan menikmati indahnya pertanian sayuran yang kita lewati sepanjang perjalanan hingga menuju ke Ketep Pass yang sudah merupakan wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Sawangan. Dari Ketep Pass kita dapat singgah sebentar menikmati indahnya alam pegunungan dan terlihat kota Muntilan, Magelang dari ketinggian sekitar 1500 m diatas permukaan air laut. Kita dapat melihat gunung Merbabu dan Merapi yang sangat menakjubkan dari tempat yang sangat dekat sekali dan jelas sekali guguran lava terlihat dari moncong gunung Merapi. Di Ketep Pass ini pula ada gedung pemutaran film (Merapi Volcano), kita dapat melihat sejarah meletusnya Gunung Merapi dan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Ketep Pass ini kita dapat turun melewati Kecamatan Sawangan menuju Blabak dan kearah kanan jalan propinsi Yogya -Magelang-Semarang menuju ke arah Kota Magelang dengan pemandangan kanan kirinya pertanian sayur dan persawahan padi dan palawija.
Setelah dari Blabak sekitar 1 Km kita jumpai sungai Elo (Elo River) yang sering dipakai untuk arung jeram. Kita dapat singgah sebentar untuk mencoba menikmati arung jeram di sepanjang Sungai Elo ini hingga menuju ke Kecamatan Mendut sebelum pertemuan Sungai Elo dan Progo.
Kalau dari Ketep Pass tadi kita abil arah yang kekanan, kita akan menuju ke Kecatan Pakis dan Kaponan, dari arah kaponan kita ambil ke kiri akan menuju Kota Madya Magelang dan jika kita ambil kanan akan menuju taman rekreasi Kopeng yang sejuk dan dingin. Dari Ketep sepanjang jalan akan kita nikmati pertanian di kaki gunung dan banyak tanaman Stawberry, sayuran kubis (garbage), jipang, jagung, tomat, lombok (hot chili), loncang, sledri, wortel (carrot) dan macam tanaman sayuran lain tergantung musimnya. Hasil sayuran itu dapat kita jumpai dan dijual bebas kalau kita sampai di Taman Rekreasi Kopeng. Di Taman Rekreasi Kopeng banyak dijumpai resort, hotel, losmen yang cukup terjangkau harganya untuk istirahat sambil menikmati dan menghirup segarnya udara alam pegunungan. Disini pulalah kita dapat menikmati kesunyian alam di waktu malam, karena hanya ada dua tempat hiburan karaoke keluarga yang tergolong sangat sederhana. Kita bisa istirahat dengan tenang dan nyaman dengan menikmati dinginnya udara dan hawa di malam hari, sunyi dan nyaman. Dari Kopeng kearah kanan kita bisa menuju wilayah Kota Ambarawa dan Salatiga yang terkenal dengan Museum Kereta Apinya dan Rawa Pening (Bukit Cinta). Di Bukit Cinta kita bisa memanding ikan air rawa (danau kecil) dan menikmati pemandangan alam dengan naik kapal mesin (boat) mengitari Rawa Pening. Kita dapat istirahat di kawasan peristirahatan Bandongan yang banyak menyediakan tempat peristirahatan motel, vila, penginapan. Di Bandongan udaranya dapat kita rasakan seperti di Kopeng dan situsai alam dan pemandangannya hampir menyerupai Kopeng. Disini banyak kita jumpai pohon klengkeng dan dapat kita nikmati buah klengkeng lokal dengan harga murah. Dari arah Ambarawa kita ambil kekanan melalui jalur jalan propinsi Semarang-Magelang-Yogyakarta menuju kearah Temanggung dan Magelang. Sepanjang jalan kita akan melihat pemandangan alam yang mengasikkan, dengan jalur darat yang lenggang lenggok, meliuk-liuk. Siapkan musik dengan nada yang melankolis akan mengurangi ketegangan dan menambah fresh di perjalanan.
Dari arah Yogyakarta kita dapat menuju Magelang melewati Kabupaten Sleman. Sebelum sampai di Magelang, kita dapat singgah sebentar di Yogyakarta. Yogyakarta merupakan kota istimewa karena di pimpin oleh seorang raja. Wilayah Yogyakarta dan seputar Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat merupakan wilayah yang damai dan tentram. Kita dapat berjalan-jalan di sepanjang kawasan Malioboro menikmati Gudheg Yogya dan berbagai makanan khas Jawa. Kita bisa membawa oleh-oleh Bakpia Pathuk, makanan kue setengah kering bulat dan ditengahnya berisi adonan kacang hijau gula merah atau kumbu hitam atau durian. Tempat rekreasi seputar Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi yaitu Kaliurang Hill, Parang Tritis Beach, Samas Beach, Baron Beach ( Wonosari), Kukup Beacah(Wonosari) , Prambanan Temple, Gembira Loka Zoo, Cangkringan Golf Area (agak rusak oleh lahar dingin dan meletusnya Merapi tahun 2006). Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar dan banyak dijumpai lembaga pendidikan dan sekolahan serta universitas di sini. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merupakan Universitas terkenal dan terkemuka di Indonesia.
Obyek Rekreasi Kaliurang merupakan obyek rekreasi pegunungan dengan hawa udara yang sangat sejuk. Disini terdapat banyak tempat peristirahatan. Kita juga dapat melihat secara langsung aktivitas Gunung Merapi melalui Gardu Pandang. Di Kaliurang ini juga terdapat hutan lindung sebagai tempat rekreasi dan didalam hutan Kaliurang terdapat situs Gua Jepang peninggalan sejarah penjajahan Jepang tempo dulu. Ada beberapa fenomena menarik dari Kaliurang antara lain "Wedus Gembel" yang membakar beberapa lereng hutan Kaki Gunung Merapi dan mengakibatkan banyak korban. Fenomena "Mbah Marijan" rosa, rosa, rosa ekstra josss...., juga di Kaliurang ini. Di Kaliurang kita dapat menikmati jajanan tradisional yang lezat seperti tempe bacem, tahu bacem, pecel dengan aneka daun (jembak, kol, wortel, kembang turi, kacang panjang, tokolan/kecambah, daun pepaya), jadah, wajik, krupuk "karak".
Setelah memasuki wilayah Kabupaten Sleman, kita akan melintasi Sungai Krasak dan melewati jembatan krasak yang terbagi atas dua bagian. Sungai krasak ini merupakan sungai yang mengalirkan lahar dingin langsung dari Gunung Merapi. Banyak fenomena menarik yang telah terjadi di sepanjang Sungai Krasak hingga hulu sungai di kaki Gunung Merapi. Fenomena yang menarik antara lain adanya perusakan lingkungan yang dilakukan oleh penambang pasir lokal tanpa mengindahkan peraturan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang tanpa ijin penambangan pasir (Galian C). Banjir yang kerap terjadi menelan banyak korban. Proses penambangan pasir malam hari yang dilakukan oleh penambang liar di hulu sungai yang sangat menarik untuk diceriterakan mulai dari beratus truk yang masuk, pungutan liar oleh berbagai "kelompok tidak jelas" seperti GORO, BALA RODA, pungutan atau retribusi masuk kawasan dusun tertentu.
Disebelah utara jembatan Krasak terdapat tempat wisata rohani bagi umat Katholik yang sangat menarik yaitu Gereja Santa Theresia Salam (Wisma Salam). Wisma Salam merupakan tempat retret dan meditasi yang dikelola oleh Romo Pamong Praja. Wisma Salam ini merupakan tempat yang unik yang dibangun oleh Romo YB Mangun Wijaya (seorang biarawan, arsitek, teknokrat, sosialis demokrat) dan dikembangkan menjadi tempat meditasi hingga saat ini. Peninggalan Romo Mangun yang menarik lainnya yaitu tempat ziarah "Sendang Sono".
Setelah melewati jembatan Sungai Krasak berarti kita sudah memasuki wilayah Kabupaten Magelang dan beberapa meter dari jembatan Krasak tersebut kita akan disambut oleh Tugu Selamat Datang di wilayah Kabupaten Magelang. Wilayah paling ujung yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sleman tersebut merupakan wilayah Kecamatan Salam. Dikecamatan Salam ini terdapat situs menarik peninggalan jaman kuno yang tidak terpelihara seperti situs Candi Wukir (kurang lebih 3 Km dari arah pertiagan Semen ke jurusan Ngluwar). Setelah melewati kecamatan salam, kita akan melalui Kecamatan Muntilan. Sebelum sampai di perbatasan Muntilan kita dapat mengambil jalan belok ke kiri dari arah Desa Jumoyo atau Desa Gulon untuk menuju ke Pos Pengamatan Merapi di Kecamatan Srumbung. Kecamatan Srumbung merupakan daerah agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dari arah Jumoyo di kanan kiri jalan akan kita jumpai tanaman Salak Pondoh. Salak Pondoh dari sekitar daerah Srumbung yang terkenal adalah Salak Pondoh Lumut yang rasanya manis luar biasa. Salak Pondoh ini dapat kita beli langsung dari petani dan dapat kita petik langsung dari kebun. Kita harus hati-hati jika akan memetik buah ini karena ranting pohon yang menyerupai palma itu terdapat banyak duri dan dapat mengenai kepala kita apabila kita tidak memakai topi atau disaba dikenal dengan istilah "caping". Dari Srumbung ini kita dapat menuju kearah utara mendekati kaki Gunung Merapi dan melewati hutan pinus yang sangat indah dan sejuk di Jurang Jero. Pulanggnya kita lebih baik melewati arah Gulon agar lebih cepat sampai di Muntilan.
Di wilayah Kecamatan Muntilan ini ada situs menarik yang hingga saat ini masih belum selesai di kerjakan yaitu Candi Ngawen. Diwilayah Muntilan ini terdapat tempat ziarah bagi umat Islam yang ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai wilayah, yaitu Makam Kyai di Gunungpring. Dari makan ini dapat singgah untuk berbagai keperluan dan minta doa restu kepada seorang Kyai dan penasehat spiritual di wilayah ini yang dikenal dengan Mbah Mat.
Bagi masyarakat Tiong Hoa, di kota Muntilan ini terdapat Klenteng yang unik dan menarik untuk dikunjungi yang berlokasi di berhadapan dengan tempat pembelanjaan di Jalan Pemuda Muntilan. Memang Jalan Pemuda Muntilan ini merupakan jalan satu jalur dari arah Yogyakarta. Di Kota Muntilan tepatnya di wilayah Desa Taman Agung kita dapat menikmati dan membeli kerajinan ukir batu berbagai bentuk dari yang kecil hingga besar. Tempat pahat batu ini tepatnya terletak di dusun Tejowarno. Kita dapat menyaksikan secara langsung ketrampilan pemuda Muntilan mengayunkan palu pahat diatas batu besar yang akan dibuat berbagai bentuk ornamen atau Patung Budha. Menarik sekali untuk di kupas lebih lanjut. Karena letaknya dekat dengan Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dan disekitarnya terdapat beberapa situs candi bahkan hingga ke lereng pegunungan pun ada situs candi seperi candi Asu di daerah Sengi, Kecamatan Dukun, maka sangat tidak mustahil keahlian nenek moyang dahulu kala diwariskan oleh anak cucu, cicit, buyut, canggal dan keturunannya serta kerabat-kerabatnya yang tinggal di sekitar Muntilan. Bagi penganut agama Katholik, di Muntilan terdapat sekolah terkenal yaitu SMA Van Lith. SMA Van Lith bersebelahan dengan Pastoran Muntilan dan dilokasi ini ada beberapa tempat yang unik untuk dikunjungi seperti Makam Romo Sanjaya.
Dari arah Muntilan kearah utara kita akan mencapai wilayah Kecamatan Dukun. Daerah Kecamatan Dukun merupakan daerah potensi penghasil sayuran. Ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di wilayah Kecamatan Dukun ini seperti lokasi peneropongan Gunung Merapi Babadan, Candi Asu di Desa Sengi dan potensi alam wisata pedesaan dengan latar belakang persawahan, tanaman palawija dan sayur mayur. Di Desa Sumber, kita dapat menyaksikan secara langsung pusat kebudayaan dan ada kelompok pemerhati kebudayaan tradisional. Kelompok budaya atau semacam sanggar budaya yang berloksi di Dusun Sumber ini seringkali mengadakan pentas dan di siarkan langsung lewat stasiun televisi atau dipublikasikan lewat media masa. Daerah sumber merupakan daerah pertanian dan palawija. Dari arah Desa Sumber kita dapat berjalan kearah atas lagi yaitu menuju ke Desa Ngargomulyo. Desa ini merupakan desa paling ujung yang berdekatan langsung dengan kaki Gunung Merapi. Dari sini kita dapat melihat langsung pemandangan alam yang sangat indah dan berbagai macam burung, kijang, kancil, rusa, ular, trenggiling, landa, babi hutan, monyet, bahkan harimau kumbang sering kita jumpai di atas Desa Argomulyo tersebut, dan daerah inilah merupakan daerah lintasan kawasan berburu bagi para penghobi berburu, tetapi sekarang tak usah berburu ya...stop dong....Prohibitted! boleh sih berburu manusia jahat saja, berburu koruptor, berburu teroris.
Kembali ke wilayah Muntilan, bagi pemeluk Islam, dapat menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Pabelan. Pondok Pesantren Pabelan cukup terkenal dan cukup disiplin dalam pengelolaannya. Setelah dari Pabelan kita akan menuju ke pertigaan Bojong. Dari Pertigaan Bojong ini kita mengambila jalur ke keri menuji kearah Mendut dan Borobudur.Di Desa Bojong ini terkenal dengan home industri sapu ijuk, aneka macam peralatan rumah tangga dari ijuk dan serabut kelapa serta bahan dari bambu rumput sebagaimana banyak kita jumpai di sepanjang jalan menuju Boyolali melalui Selo atau disekitar Kopeng. Selain itu masyarakat Bojong dan sekitarnya banyak yang membudidayakan ikan air tawar seperti lele dumbo, nila, ikan mas, gurameh dan juga banyak yang membudidayakan ikan hias.
Dari arah Yogyakarta-Muntilan-Pertigaan Bojong kita ambil jalan arah kiri menuju Candi Mendut dan Borobudur. Di Wilayah Desa Mendut dan Borobudur ini terdapat situs peninggalan sejarah yang dikagumi masyarakat internasional, bahkan menjadi simbol peradaban masyarakat dunia sebagai peninggalan sejarah masa lampau yang harus di lindungi (heritage of mankind) dan Candi Borobudur pernah diakui menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia (The Seven Wonder of The World).(http://www.borobudur.tv/mendut_before1.htm)
Dari arah Yogyakarta kita dapat menuju Magelang melewati Kabupaten Sleman. Sebelum sampai di Magelang, kita dapat singgah sebentar di Yogyakarta. Yogyakarta merupakan kota istimewa karena di pimpin oleh seorang raja. Wilayah Yogyakarta dan seputar Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat merupakan wilayah yang damai dan tentram. Kita dapat berjalan-jalan di sepanjang kawasan Malioboro menikmati Gudheg Yogya dan berbagai makanan khas Jawa. Kita bisa membawa oleh-oleh Bakpia Pathuk, makanan kue setengah kering bulat dan ditengahnya berisi adonan kacang hijau gula merah atau kumbu hitam atau durian. Tempat rekreasi seputar Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi yaitu Kaliurang Hill, Parang Tritis Beach, Samas Beach, Baron Beach ( Wonosari), Kukup Beacah(Wonosari) , Prambanan Temple, Gembira Loka Zoo, Cangkringan Golf Area (agak rusak oleh lahar dingin dan meletusnya Merapi tahun 2006). Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar dan banyak dijumpai lembaga pendidikan dan sekolahan serta universitas di sini. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merupakan Universitas terkenal dan terkemuka di Indonesia.
Obyek Rekreasi Kaliurang merupakan obyek rekreasi pegunungan dengan hawa udara yang sangat sejuk. Disini terdapat banyak tempat peristirahatan. Kita juga dapat melihat secara langsung aktivitas Gunung Merapi melalui Gardu Pandang. Di Kaliurang ini juga terdapat hutan lindung sebagai tempat rekreasi dan didalam hutan Kaliurang terdapat situs Gua Jepang peninggalan sejarah penjajahan Jepang tempo dulu. Ada beberapa fenomena menarik dari Kaliurang antara lain "Wedus Gembel" yang membakar beberapa lereng hutan Kaki Gunung Merapi dan mengakibatkan banyak korban. Fenomena "Mbah Marijan" rosa, rosa, rosa ekstra josss...., juga di Kaliurang ini. Di Kaliurang kita dapat menikmati jajanan tradisional yang lezat seperti tempe bacem, tahu bacem, pecel dengan aneka daun (jembak, kol, wortel, kembang turi, kacang panjang, tokolan/kecambah, daun pepaya), jadah, wajik, krupuk "karak".
Setelah memasuki wilayah Kabupaten Sleman, kita akan melintasi Sungai Krasak dan melewati jembatan krasak yang terbagi atas dua bagian. Sungai krasak ini merupakan sungai yang mengalirkan lahar dingin langsung dari Gunung Merapi. Banyak fenomena menarik yang telah terjadi di sepanjang Sungai Krasak hingga hulu sungai di kaki Gunung Merapi. Fenomena yang menarik antara lain adanya perusakan lingkungan yang dilakukan oleh penambang pasir lokal tanpa mengindahkan peraturan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang tanpa ijin penambangan pasir (Galian C). Banjir yang kerap terjadi menelan banyak korban. Proses penambangan pasir malam hari yang dilakukan oleh penambang liar di hulu sungai yang sangat menarik untuk diceriterakan mulai dari beratus truk yang masuk, pungutan liar oleh berbagai "kelompok tidak jelas" seperti GORO, BALA RODA, pungutan atau retribusi masuk kawasan dusun tertentu.
Disebelah utara jembatan Krasak terdapat tempat wisata rohani bagi umat Katholik yang sangat menarik yaitu Gereja Santa Theresia Salam (Wisma Salam). Wisma Salam merupakan tempat retret dan meditasi yang dikelola oleh Romo Pamong Praja. Wisma Salam ini merupakan tempat yang unik yang dibangun oleh Romo YB Mangun Wijaya (seorang biarawan, arsitek, teknokrat, sosialis demokrat) dan dikembangkan menjadi tempat meditasi hingga saat ini. Peninggalan Romo Mangun yang menarik lainnya yaitu tempat ziarah "Sendang Sono".
Setelah melewati jembatan Sungai Krasak berarti kita sudah memasuki wilayah Kabupaten Magelang dan beberapa meter dari jembatan Krasak tersebut kita akan disambut oleh Tugu Selamat Datang di wilayah Kabupaten Magelang. Wilayah paling ujung yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sleman tersebut merupakan wilayah Kecamatan Salam. Dikecamatan Salam ini terdapat situs menarik peninggalan jaman kuno yang tidak terpelihara seperti situs Candi Wukir (kurang lebih 3 Km dari arah pertiagan Semen ke jurusan Ngluwar). Setelah melewati kecamatan salam, kita akan melalui Kecamatan Muntilan. Sebelum sampai di perbatasan Muntilan kita dapat mengambil jalan belok ke kiri dari arah Desa Jumoyo atau Desa Gulon untuk menuju ke Pos Pengamatan Merapi di Kecamatan Srumbung. Kecamatan Srumbung merupakan daerah agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dari arah Jumoyo di kanan kiri jalan akan kita jumpai tanaman Salak Pondoh. Salak Pondoh dari sekitar daerah Srumbung yang terkenal adalah Salak Pondoh Lumut yang rasanya manis luar biasa. Salak Pondoh ini dapat kita beli langsung dari petani dan dapat kita petik langsung dari kebun. Kita harus hati-hati jika akan memetik buah ini karena ranting pohon yang menyerupai palma itu terdapat banyak duri dan dapat mengenai kepala kita apabila kita tidak memakai topi atau disaba dikenal dengan istilah "caping". Dari Srumbung ini kita dapat menuju kearah utara mendekati kaki Gunung Merapi dan melewati hutan pinus yang sangat indah dan sejuk di Jurang Jero. Pulanggnya kita lebih baik melewati arah Gulon agar lebih cepat sampai di Muntilan.
Di wilayah Kecamatan Muntilan ini ada situs menarik yang hingga saat ini masih belum selesai di kerjakan yaitu Candi Ngawen. Diwilayah Muntilan ini terdapat tempat ziarah bagi umat Islam yang ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai wilayah, yaitu Makam Kyai di Gunungpring. Dari makan ini dapat singgah untuk berbagai keperluan dan minta doa restu kepada seorang Kyai dan penasehat spiritual di wilayah ini yang dikenal dengan Mbah Mat.
Bagi masyarakat Tiong Hoa, di kota Muntilan ini terdapat Klenteng yang unik dan menarik untuk dikunjungi yang berlokasi di berhadapan dengan tempat pembelanjaan di Jalan Pemuda Muntilan. Memang Jalan Pemuda Muntilan ini merupakan jalan satu jalur dari arah Yogyakarta. Di Kota Muntilan tepatnya di wilayah Desa Taman Agung kita dapat menikmati dan membeli kerajinan ukir batu berbagai bentuk dari yang kecil hingga besar. Tempat pahat batu ini tepatnya terletak di dusun Tejowarno. Kita dapat menyaksikan secara langsung ketrampilan pemuda Muntilan mengayunkan palu pahat diatas batu besar yang akan dibuat berbagai bentuk ornamen atau Patung Budha. Menarik sekali untuk di kupas lebih lanjut. Karena letaknya dekat dengan Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dan disekitarnya terdapat beberapa situs candi bahkan hingga ke lereng pegunungan pun ada situs candi seperi candi Asu di daerah Sengi, Kecamatan Dukun, maka sangat tidak mustahil keahlian nenek moyang dahulu kala diwariskan oleh anak cucu, cicit, buyut, canggal dan keturunannya serta kerabat-kerabatnya yang tinggal di sekitar Muntilan. Bagi penganut agama Katholik, di Muntilan terdapat sekolah terkenal yaitu SMA Van Lith. SMA Van Lith bersebelahan dengan Pastoran Muntilan dan dilokasi ini ada beberapa tempat yang unik untuk dikunjungi seperti Makam Romo Sanjaya.
Dari arah Muntilan kearah utara kita akan mencapai wilayah Kecamatan Dukun. Daerah Kecamatan Dukun merupakan daerah potensi penghasil sayuran. Ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di wilayah Kecamatan Dukun ini seperti lokasi peneropongan Gunung Merapi Babadan, Candi Asu di Desa Sengi dan potensi alam wisata pedesaan dengan latar belakang persawahan, tanaman palawija dan sayur mayur. Di Desa Sumber, kita dapat menyaksikan secara langsung pusat kebudayaan dan ada kelompok pemerhati kebudayaan tradisional. Kelompok budaya atau semacam sanggar budaya yang berloksi di Dusun Sumber ini seringkali mengadakan pentas dan di siarkan langsung lewat stasiun televisi atau dipublikasikan lewat media masa. Daerah sumber merupakan daerah pertanian dan palawija. Dari arah Desa Sumber kita dapat berjalan kearah atas lagi yaitu menuju ke Desa Ngargomulyo. Desa ini merupakan desa paling ujung yang berdekatan langsung dengan kaki Gunung Merapi. Dari sini kita dapat melihat langsung pemandangan alam yang sangat indah dan berbagai macam burung, kijang, kancil, rusa, ular, trenggiling, landa, babi hutan, monyet, bahkan harimau kumbang sering kita jumpai di atas Desa Argomulyo tersebut, dan daerah inilah merupakan daerah lintasan kawasan berburu bagi para penghobi berburu, tetapi sekarang tak usah berburu ya...stop dong....Prohibitted! boleh sih berburu manusia jahat saja, berburu koruptor, berburu teroris.
Kembali ke wilayah Muntilan, bagi pemeluk Islam, dapat menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Pabelan. Pondok Pesantren Pabelan cukup terkenal dan cukup disiplin dalam pengelolaannya. Setelah dari Pabelan kita akan menuju ke pertigaan Bojong. Dari Pertigaan Bojong ini kita mengambila jalur ke keri menuji kearah Mendut dan Borobudur.Di Desa Bojong ini terkenal dengan home industri sapu ijuk, aneka macam peralatan rumah tangga dari ijuk dan serabut kelapa serta bahan dari bambu rumput sebagaimana banyak kita jumpai di sepanjang jalan menuju Boyolali melalui Selo atau disekitar Kopeng. Selain itu masyarakat Bojong dan sekitarnya banyak yang membudidayakan ikan air tawar seperti lele dumbo, nila, ikan mas, gurameh dan juga banyak yang membudidayakan ikan hias.
Dari arah Yogyakarta-Muntilan-Pertigaan Bojong kita ambil jalan arah kiri menuju Candi Mendut dan Borobudur. Di Wilayah Desa Mendut dan Borobudur ini terdapat situs peninggalan sejarah yang dikagumi masyarakat internasional, bahkan menjadi simbol peradaban masyarakat dunia sebagai peninggalan sejarah masa lampau yang harus di lindungi (heritage of mankind) dan Candi Borobudur pernah diakui menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia (The Seven Wonder of The World).(http://www.borobudur.tv/mendut_before1.htm)
Posted by
Semarang Transporter, rental mobil dan jasa panduan wisata di Kota SEMARANG
at
2:42:00 PM
Tidak ada komentar:
Labels: MASALAH LINGKUNGAN SECARA UMUM
Wisata
Selasa, 18 November 2008
Minggu, 16 November 2008
Masalah Lingkungan Komprehensip
Manusia hidup di bumi ini sangat tergantung oleh lingkungan disekitar kita. Lingkungan sekitar kita terdiri dari baik itu benda mati seperti tanah, gunung, sungai, pohon, maupun makhluk hidup seperi manusia sendiri dan mahluk hidup ciptaan Tuhan yang lain seperti binatang, hewan. Antara makhluk hidup lain dan manusia, antara manusia dan tumbuhan, antara manusia dan benda sekitarnya saling mempunyai ketergantungan satu sama lain. Manusia membutuhkan hewan, manusia membutuhkan batu, manusia membutuhkan sarana pangan, manusia membutuhkan air, manusia butuh hutan, dan yang paling saya ketahui diantara makhluk hidup di bumi ini yang paling banyak kebutuhannya adalah manusia. Kita sangat menyadari bahwa manusia merupakan mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan dibekali akal dan budi, saya belum tahu apakah diluar bumi ini ada makhluk ciptaan Tuhan yang lebih sempurna dari manusia. Yang kami tahu, manusia adalah makhluk hidup yang paling serakah di bumi ini. Sadarkah kita ?
Sebenarnya tumbuhan juga memerlukan belaian kasih sayang, jangan hanya dikonsumsi terus tetapi perlu dibudidayakan, hutan jangan ditebangi terus, bangunan yang tidak perlu jangan di bangun kalau hanya sekedar menebangi pohon dan merusak lahan gambut dan mengusir ikan serta habitat yang lain. Penebangan hutan secara drastis dan pembangunan perumahan serta pabrik dan pelebaran jalan secara membabi buta hanya untuk kenyamanan sesaat akan menimbulkan bencana besar terhadap anak cucu kita di kelak kemudian hari. Adanya proyek semacam itu hanya untuk "menggendutkan" perut sesaat dan segelintir manusia saya yang rakus akan kenikmatan, karena pasti hasilnya hanya untuk melayani nafsu kenikmatan sesaat karena manusia mempunyai sifat yang rakus tadi. Nah, terjadilah banjir dan tanah longsor, gempa dan gesekan perut bumi karena kandungan yang ada di perut bumi yang dieksploitasi secara terus menerus sehingga menimbulkan rongga dan terjadilah pergeseran lempengan, semua hanya untuk kepuasan, marilah kita mencoba memprediksikan secara matang akibat dari eksploitasi yang sangat berlebihan itu. Ataukah sudah kita pikirkan tentang Ilmu Eskploitasi sehingga memunculkan konsep hukum Eksploitasi. Eksploitasi tidak hanya untuk bahan tambang saja tetapi juga eksloitasi terhadap benda hidup seperti tumbuhan dan hewan agar tidak cepat punah dan terjadi suatu simbiosis mutualisme sehingga akan terjaga pola arus rantai makanan di bumi ini. Mungkin perlu bidang studi Ilmu Ekpoitasi ?
Apabila sudah terjadi ketidak nyamanan pada alur rantai makanan ini tentu akan menyebabkan bomerang sendiri terhadap manusia. Siklus kehidupan ini akan terganggu sehingga tidak nyaman lagi bahkan membuat kita sakit karena banyak terkontaminasi, gerang kepanasan karena udara panas oksigen berkurang dan zat asam arang bertambah karena banyaknya pembakaran (efek rumah kaca sehingga menimbulkan pemanasan global), lemah badan hingga lemah syahwat karena kandungan makanan banyak tercemar logam berat, banyak wanita mandul dan laki laki mandul jaman sekarang ini (mungkinkan karena efek konsumsi bahan makanan yang mengandung insektisida selama hidupnya). Memang intensifikasi pertanian yang dicanangkan dalam GBHN menunjukkan peningkatan kwantitas hasil pertanian yang semakin banyak, akan tetapi kualitas dari bahan pangan itu sendiri berkurang karena adanya pencemaran insektisida yang diserap oleh sari-sari tumbuhan itu. Marilah kita coba dari sekaran memakan tanaman yang tanpa disemprot dan tanpa ada pengaruh dari insektisida atau logam berat. Belum lagi insektisida dan kelebihan pupuk kimiawi akan menurunkan unsur hara tanah sehingga menyebabkan tanah semakin tidak subur lagi. Sekedar ilustrasi saja, 30 tahun silam ketika saya masih anak anak, banyak sekali ikan air tawar (gabus, lele lokal, wader pari, uceng, cempli atau cethol, mujahir) yang dapat kita kail di parit samping rumah kita, bahkan mata kail pun hanya kami buat dari bahan peniti (jawa : dom kancing) dengan senar dari benang jahit biasa pun dapat membawa ikan banyak, kalau malam banyak jangkrik, orong-orong, disiang hari banyak aneka macam kupu-kupu yang warna sayapnya sangat indah, setiap pagi pula saya selalu mandi di "belik" semacam sumber air sangat jernih bahkan pernah saya langsung meminumnya dan tidak sakit. Setelah siang pulang sekolah, saya berlama-lama di sawah melihat aneka macam burung seperti Jalak Uren, Jalak Penyu yang hinggap di pohon cangkring, betet, trothok, elang jawa (besar panjang hitam dan sangat gagah melayang-layang di atas sawah) dan banyak aneka burung berkicau.
Tetapi kini kala aku pulang rumah, semua sirna hanya dalam waktu 30 tahun, mau mengail ikan saja setengah mati harus berpanas-panas dan tidak ada satupun ikan gabus karena keberhasilan intensifikasi pertanian di satu sisi dengan banyaknya aneka ragam macam pupuk dan obat insektisida yang harus dicurahkan untuk membunuh makhluk hidup lain secara membabi buta, imbasnya matilah telur ikan di sungai akibat curahan insektisida di sawah, belum lagi ulah rakus manusia untuk mencukupi perut seenaknya dengan melakukan eksploitasi berlebihan seperti penangkapan ikan menggunakan setrum dan obat-obatan bahkan bahan peledak. Kupu-kupu sudah sangat jarang terlihat lagi, apalagi yang warna sayapnya sangat indah seperti waktu kecil dahulu. Sekarang aku mau mandi di kali kecuali malu karena tititnya sudah menjadi totot, airnya sudah tidak ada lagi, bahkan sungai sudah penuh dengan sampah dan baunya sangat tidak sedap. Mau main kesungai saja sekarang ini menjijikkan . Cobalah sekarang main di sawah, tak terlihat lagi aneka macam burung, karena burung yang dahulu itu mandul semua bahkan ada yang mati karena memakan cacing dan buah yang ada disawah yang banyak disiram dengan insektisida, kalau gak percaya bisa dibuktikan, dahulu waktu kecil mau cari cacing gampang sekali bahkan dapat uret atau jangkrik, sekarang cacing pun hanya dapat satu atau dua alias sulitlah, apalagi uret atau jangkrik pasti hampir punah. Kalau cacing punah, jangkrik tak ada, nantinya pasti tikus bertambah gendut dan besar, ular pun akan demikian dan akan makan tanaman yang kita perlukan seperti merampas padi, ketela dan sayuran. Ular semakin lama akan memakan ayam peliharaan kita dan bahkan hati-hati dengan anak kita (aku lebih-lebihkan saja, jengkel !). Kalau hutan gundul, harimau, ular dan kera pasti akan turun karena kepanasan dan kalau lapar akan memangsa kita dan yang kita miliki yang dapat dinikmatinya (mati kecaplok macan !). Benar juga kata Ronggowarsito (seorang pujangga dan ahli nujum /fortuneteller dari Jawa), sekarang ini jamannya "suket grinting sobo ndalan" . Kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor seperti suket grinting yang bulat dan dapat menggelinding dan banyak kita jumpai di jalan bahkan bisa dijumpai satu orang punya dua kendaraan. Ingat kah akan emisi gas buang yang sangat meresahkan pernapasan ? banyak anak kecil saat ini sakit flek paru-paru. Nah inilah penulis menulis sambil jengkel oleh kejadian dilingkungan kita sendiri karena kurangnya manajemen ekologi. Perlukah lagi ilmu Manajemen atau Ekonomi Ekologi ?
Masalah lingkungan merupakan masalah timbul sejak kita hidup dan menghirup udara pertama kali ketika kita dilahirkan dari kandungan seorang ibu. Udara yang kita hirup pertama kali akan sangat mempengaruhi kekebalan tubuh kita. Masalah lingkungan akan kita bawa sampai mati. Ketika kita mati pada umumnya akan memerlukan lahan untuk pemakaman, kondisi ini selalu akan berubah tatkala lahan sudah tidak ada lagi karena maraknya pembangunan sehingga tanah sejengkan ukuran 1m X 3 m saja sudah tidak tersedia sehingga kelak tidak menutup kemungkinan jasad anak cucu kita mungkin akan diperabukan. Masalah lingkungan juga selalu menghantui selama hidup kita. Kondisi lingkungan yang jelek akan mengakibatkan manusia sakit-sakitan. Hal ini mungkin ditentang oleh para dokter dan ilmu kedokteran itu dapat dikatakan ilmu yang ambivalen, kalau sehat dokter tidak laku tetapi kalau tidak sehat manusia bingung cari dokter.
Penanganan lingkungan hidup kita ini memerlukan berbagai aspek keilmuan, baik dari ekologi, ekonomi, psikologi, kedokteran, geologi, matematis, fisika, kimia, hukum, sosiologi bahkan hampir berssinggungan dengan semua bidang ilmu. Masalah lingkungan akan muncul ketika lingkungan kita terjadi pencemaran dan ketentuan tentang pencemaran itu sendiri memerlukan suatu parameter tersendiri. Setelah terjadi pencemaran akan timbul hukum sebab akibat dan muncul konflik kepentingan. Dengan terjadinya pencemaran tentu akan ada yang dirugikan baik itu hancurnya lingkungan itu sendiri, menyebabkan sakitnya manusia, kerugian materiil, kerugian secara umum milik suatu golongan bahkan suatu negara. Dengan adanya pencemaran lingkungan memerlukan sarana penyelesaian yang mencakup berbagai disiplin ilmu, parameter ambang batas pencemaran tentunya memerlukan ilmu fisika dan kimia, bahkan kalau merusak organ tubuh manusia memerlukan otopsi dokter, merusak ekosistem memerlukan ilmu ekologi dan penuntutannya memerlukan ilmu Hukum. Karena bumi ini bulat, pencemaran baik udara, laut atau air akan melibatkan lintas wilayah bahkan lintas negara sehingga memerlukan pengaturan baik itu nasional, regional dan internasional. Ada asap tentu dapat dicari dan diketahui awal mula titik apinya. Demikianlah pandangan lingkungan secara umum yang memerlukan penanganan dan penanggulangan secara lintas sektoran, dari beberapa disiplin ilmu dan secara KOMPREHENSIP.
Sebenarnya tumbuhan juga memerlukan belaian kasih sayang, jangan hanya dikonsumsi terus tetapi perlu dibudidayakan, hutan jangan ditebangi terus, bangunan yang tidak perlu jangan di bangun kalau hanya sekedar menebangi pohon dan merusak lahan gambut dan mengusir ikan serta habitat yang lain. Penebangan hutan secara drastis dan pembangunan perumahan serta pabrik dan pelebaran jalan secara membabi buta hanya untuk kenyamanan sesaat akan menimbulkan bencana besar terhadap anak cucu kita di kelak kemudian hari. Adanya proyek semacam itu hanya untuk "menggendutkan" perut sesaat dan segelintir manusia saya yang rakus akan kenikmatan, karena pasti hasilnya hanya untuk melayani nafsu kenikmatan sesaat karena manusia mempunyai sifat yang rakus tadi. Nah, terjadilah banjir dan tanah longsor, gempa dan gesekan perut bumi karena kandungan yang ada di perut bumi yang dieksploitasi secara terus menerus sehingga menimbulkan rongga dan terjadilah pergeseran lempengan, semua hanya untuk kepuasan, marilah kita mencoba memprediksikan secara matang akibat dari eksploitasi yang sangat berlebihan itu. Ataukah sudah kita pikirkan tentang Ilmu Eskploitasi sehingga memunculkan konsep hukum Eksploitasi. Eksploitasi tidak hanya untuk bahan tambang saja tetapi juga eksloitasi terhadap benda hidup seperti tumbuhan dan hewan agar tidak cepat punah dan terjadi suatu simbiosis mutualisme sehingga akan terjaga pola arus rantai makanan di bumi ini. Mungkin perlu bidang studi Ilmu Ekpoitasi ?
Apabila sudah terjadi ketidak nyamanan pada alur rantai makanan ini tentu akan menyebabkan bomerang sendiri terhadap manusia. Siklus kehidupan ini akan terganggu sehingga tidak nyaman lagi bahkan membuat kita sakit karena banyak terkontaminasi, gerang kepanasan karena udara panas oksigen berkurang dan zat asam arang bertambah karena banyaknya pembakaran (efek rumah kaca sehingga menimbulkan pemanasan global), lemah badan hingga lemah syahwat karena kandungan makanan banyak tercemar logam berat, banyak wanita mandul dan laki laki mandul jaman sekarang ini (mungkinkan karena efek konsumsi bahan makanan yang mengandung insektisida selama hidupnya). Memang intensifikasi pertanian yang dicanangkan dalam GBHN menunjukkan peningkatan kwantitas hasil pertanian yang semakin banyak, akan tetapi kualitas dari bahan pangan itu sendiri berkurang karena adanya pencemaran insektisida yang diserap oleh sari-sari tumbuhan itu. Marilah kita coba dari sekaran memakan tanaman yang tanpa disemprot dan tanpa ada pengaruh dari insektisida atau logam berat. Belum lagi insektisida dan kelebihan pupuk kimiawi akan menurunkan unsur hara tanah sehingga menyebabkan tanah semakin tidak subur lagi. Sekedar ilustrasi saja, 30 tahun silam ketika saya masih anak anak, banyak sekali ikan air tawar (gabus, lele lokal, wader pari, uceng, cempli atau cethol, mujahir) yang dapat kita kail di parit samping rumah kita, bahkan mata kail pun hanya kami buat dari bahan peniti (jawa : dom kancing) dengan senar dari benang jahit biasa pun dapat membawa ikan banyak, kalau malam banyak jangkrik, orong-orong, disiang hari banyak aneka macam kupu-kupu yang warna sayapnya sangat indah, setiap pagi pula saya selalu mandi di "belik" semacam sumber air sangat jernih bahkan pernah saya langsung meminumnya dan tidak sakit. Setelah siang pulang sekolah, saya berlama-lama di sawah melihat aneka macam burung seperti Jalak Uren, Jalak Penyu yang hinggap di pohon cangkring, betet, trothok, elang jawa (besar panjang hitam dan sangat gagah melayang-layang di atas sawah) dan banyak aneka burung berkicau.
Tetapi kini kala aku pulang rumah, semua sirna hanya dalam waktu 30 tahun, mau mengail ikan saja setengah mati harus berpanas-panas dan tidak ada satupun ikan gabus karena keberhasilan intensifikasi pertanian di satu sisi dengan banyaknya aneka ragam macam pupuk dan obat insektisida yang harus dicurahkan untuk membunuh makhluk hidup lain secara membabi buta, imbasnya matilah telur ikan di sungai akibat curahan insektisida di sawah, belum lagi ulah rakus manusia untuk mencukupi perut seenaknya dengan melakukan eksploitasi berlebihan seperti penangkapan ikan menggunakan setrum dan obat-obatan bahkan bahan peledak. Kupu-kupu sudah sangat jarang terlihat lagi, apalagi yang warna sayapnya sangat indah seperti waktu kecil dahulu. Sekarang aku mau mandi di kali kecuali malu karena tititnya sudah menjadi totot, airnya sudah tidak ada lagi, bahkan sungai sudah penuh dengan sampah dan baunya sangat tidak sedap. Mau main kesungai saja sekarang ini menjijikkan . Cobalah sekarang main di sawah, tak terlihat lagi aneka macam burung, karena burung yang dahulu itu mandul semua bahkan ada yang mati karena memakan cacing dan buah yang ada disawah yang banyak disiram dengan insektisida, kalau gak percaya bisa dibuktikan, dahulu waktu kecil mau cari cacing gampang sekali bahkan dapat uret atau jangkrik, sekarang cacing pun hanya dapat satu atau dua alias sulitlah, apalagi uret atau jangkrik pasti hampir punah. Kalau cacing punah, jangkrik tak ada, nantinya pasti tikus bertambah gendut dan besar, ular pun akan demikian dan akan makan tanaman yang kita perlukan seperti merampas padi, ketela dan sayuran. Ular semakin lama akan memakan ayam peliharaan kita dan bahkan hati-hati dengan anak kita (aku lebih-lebihkan saja, jengkel !). Kalau hutan gundul, harimau, ular dan kera pasti akan turun karena kepanasan dan kalau lapar akan memangsa kita dan yang kita miliki yang dapat dinikmatinya (mati kecaplok macan !). Benar juga kata Ronggowarsito (seorang pujangga dan ahli nujum /fortuneteller dari Jawa), sekarang ini jamannya "suket grinting sobo ndalan" . Kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor seperti suket grinting yang bulat dan dapat menggelinding dan banyak kita jumpai di jalan bahkan bisa dijumpai satu orang punya dua kendaraan. Ingat kah akan emisi gas buang yang sangat meresahkan pernapasan ? banyak anak kecil saat ini sakit flek paru-paru. Nah inilah penulis menulis sambil jengkel oleh kejadian dilingkungan kita sendiri karena kurangnya manajemen ekologi. Perlukah lagi ilmu Manajemen atau Ekonomi Ekologi ?
Masalah lingkungan merupakan masalah timbul sejak kita hidup dan menghirup udara pertama kali ketika kita dilahirkan dari kandungan seorang ibu. Udara yang kita hirup pertama kali akan sangat mempengaruhi kekebalan tubuh kita. Masalah lingkungan akan kita bawa sampai mati. Ketika kita mati pada umumnya akan memerlukan lahan untuk pemakaman, kondisi ini selalu akan berubah tatkala lahan sudah tidak ada lagi karena maraknya pembangunan sehingga tanah sejengkan ukuran 1m X 3 m saja sudah tidak tersedia sehingga kelak tidak menutup kemungkinan jasad anak cucu kita mungkin akan diperabukan. Masalah lingkungan juga selalu menghantui selama hidup kita. Kondisi lingkungan yang jelek akan mengakibatkan manusia sakit-sakitan. Hal ini mungkin ditentang oleh para dokter dan ilmu kedokteran itu dapat dikatakan ilmu yang ambivalen, kalau sehat dokter tidak laku tetapi kalau tidak sehat manusia bingung cari dokter.
Penanganan lingkungan hidup kita ini memerlukan berbagai aspek keilmuan, baik dari ekologi, ekonomi, psikologi, kedokteran, geologi, matematis, fisika, kimia, hukum, sosiologi bahkan hampir berssinggungan dengan semua bidang ilmu. Masalah lingkungan akan muncul ketika lingkungan kita terjadi pencemaran dan ketentuan tentang pencemaran itu sendiri memerlukan suatu parameter tersendiri. Setelah terjadi pencemaran akan timbul hukum sebab akibat dan muncul konflik kepentingan. Dengan terjadinya pencemaran tentu akan ada yang dirugikan baik itu hancurnya lingkungan itu sendiri, menyebabkan sakitnya manusia, kerugian materiil, kerugian secara umum milik suatu golongan bahkan suatu negara. Dengan adanya pencemaran lingkungan memerlukan sarana penyelesaian yang mencakup berbagai disiplin ilmu, parameter ambang batas pencemaran tentunya memerlukan ilmu fisika dan kimia, bahkan kalau merusak organ tubuh manusia memerlukan otopsi dokter, merusak ekosistem memerlukan ilmu ekologi dan penuntutannya memerlukan ilmu Hukum. Karena bumi ini bulat, pencemaran baik udara, laut atau air akan melibatkan lintas wilayah bahkan lintas negara sehingga memerlukan pengaturan baik itu nasional, regional dan internasional. Ada asap tentu dapat dicari dan diketahui awal mula titik apinya. Demikianlah pandangan lingkungan secara umum yang memerlukan penanganan dan penanggulangan secara lintas sektoran, dari beberapa disiplin ilmu dan secara KOMPREHENSIP.
Posted by
Semarang Transporter, rental mobil dan jasa panduan wisata di Kota SEMARANG
at
11:01:00 AM
Tidak ada komentar:
Labels: MASALAH LINGKUNGAN SECARA UMUM
Masalah Lingkungan Secara Umum
Langganan:
Postingan (Atom)