Dahulu kala ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, kurang lebih 35 tahun yang lalu, sering aku mandi di Sungai Krasak di pinggiran daerah Magelang Jawa Tengah. Pada waktu itu airnya mengalir begitu jernih disertai hanyutnya butiran pasir merapi. Kanan kiri sungai waktu itu dipenuhi tanaman jembak dan kangkung yang sangat sedap jika di pertik untuk sayuran dan makanan khas lothek. Terlihat beberapa ikan "uceng", wader pari, bahkan dibawah bebatuan akan ditemui udang sungai yang sangat enak sekali kalau di goreng kering.
Waktu aku kecil, dikanan kiri sungai Krasak selalu ditemui mata air yang bisa langsung diminum, airnya sangat jernih, aku sering mandi di beberapa mata air yang orang sekitar menyebutnya "belik".
35 tahun sudah usai......kini, mata air tak terlihat lagi, udang dan ikan bahkan nyaris punah. Disekitar daerah aliran sungai Krasak sekarang sudah dipenuhi pohon salak pondoh. Diatas sungai, tepatnya dikaki gunung Merapi kini sudah tidak berbentuk sungai lagi, tetapi berbentuk lubang lubang galian pasir yang sangat-sangat parah pemandangannya, jika dulu ada hutan jambu...kini tinggal batu-batu kerikil yang berserakan. Harus dibikin sabuk pengaman agar tanah Merapi tidak longsor alias melorot. Seperti celana kalau kedodoran tidak dikasih sabuk, pasti barangnya akan kelihatan dan pasti...."saru"....
Mata air di daerah hilir sudah tak ada lagi, bahkan aliran air di bawah untuk pertanian menjadi lahan untuk rebutan masal. Tanaman padi kini kebanyakan mendapat air dari aliran sungai Progo yang di bendung di daerah "Ancol Bligo" di kecamatan Ngluwar. Akankah air nantinya untuk rebutan masal dan menjadikan pemicu percekcokan ? Allahualammmmmm....
Itu merupakan contoh di satu daerah. Mata air di daerah lain pun kini menjadi incaran para investor untuk di "sedot" atau di ekspoitasi menjadi AMDK (air minum dalam kemasan). Mata air sebagai sumber air untuk keperluan pertanian di sedot habis-habisan untuk sekelompok orang berduit saja.....dan yakin kalau terlalu banyak pasti banyak buntungnya dari pada untungnya ...yang menimpa anak cucu kita. Belum lagi sekarang banyak orang menggunakan sumur bur atau hidrolik yang menghabiskan air tanah.
Hidup kita 90 % tergantung kepada air......kalau nantinya air tanah menipis, menjadi pemicu perselisihan, dan mengakibatkan percekcokan yang akan menimbulkan penderitaan dan akhirnya yang keluar adalah air mata........buktikan !