Jumat, 06 Maret 2009

Cegah penggunaan nuklir untuk keperluan perang !

Apa sebenarnya nuklir itu ?
Secara harafiah menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan nuklir adalah berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom. Kita telaah lebih lanjut dari kamus "Oxford Learners Dictionary", Nuclear berasal dari Nucleus yang berarti "central part of an atom", berarti merupakan inti dari atom. Nuclear Energy adalah "extremly powerful form of energy produced by the splitting of the nuclei of atoms" jadi merupakan suatu bentuk dari tenaga yang sangat dahsyat atau luar biasa yang diproduksi karena adanya pemecahan dari inti atom. Terus lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan senjata nuklir itu? Menurut Kamus Kimia karangan Ir. Sajoni Basri yang diterbitkan oleh PT. Rineka Cipta Cetakan kedua Agustus 2003, Nuclear Weapon (senjata nuklir) adalah senjata yang memiliki kekuatan menghancurkan yang besar yang didapat dari energi yang dilepaskan pada saat "fusi nuklir", contohnya bom atom, bom hidrogen. Ilmu kimia yang memperlajari perubahan inti atom seperti radio aktivitas, pemecahan nuklir serta sifat dari produk yang dihasilkan merupakan cabang ilmu kimia nuklir.
Marilah kita telusuri sejarahnya terlebih dahulu. Penulis mengambil dari buku "Energi" yang ditulis oleh Jack Challoner dalam bukunya "Dorling Kindersley" dalam seri buku "Jendela Iptek" yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Balai Pustaka , Jakarta, Cetakan kedua tahun 2000, diterjemahkan oleh Drs. Januarius Mujiyanto :
Para ilmuwan sejak tahun 1900-an telah mengetahui bahwa atom pembentuk materi terdiri dari inti kecil yang dikelilingi oleh elektron. Inti itu ternyata terdiri atas partikel-partikel yang terikat erat yang dinamakan proton dan neutron, tetapi kekuatan yang mencengkram inti jauh lebih besar, kekuatan ini menjadi kunci energi nuklir. Sedangkan ada dua cara untuk membebaskan energi ini yaitu fisi dan fusi.
Pada fisi nuklir, inti atom terdiri dari proton dan neutron, semua inti tidak stabil pada tingkat tertentu. Semakin besar inti, semakin tidak stabil keadaannya. Jika sebuah neutron membentur inti yang tidak stabil, inti ini akan terbelah menjadi dua yang lebih kecil dan stabil. Inti yang lebih kecil ini memerlukan lebih sedikit neutron untuk membuatnya stabil dan biasanya dua atau tiga neutron lepas. Neutron yang lepas ini dapat menyebabkan pembelahan inti yang lain dan mulailah suatu reaksi rantai. Energi yang dibutuhkan untuk mengikat seluruh partikel dalam inti yang baru lebih sedikit daripada jumlah yang diperlukan dalam inti asal. Oleh karena itu energi "sisa" terlepas kebanyakan berupa panas.
Kita telah mengenal siapa Albert Einstein bukan ? Fisikawan terkemuka itu pada tahun 1939 menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat F.D. Roosevelt pada waktu itu, memberikan masukan bahwa reaksi rantai nuklir dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan membuat bom. Sejak saat itulah berkembang senjata nuklir.
Marilah kita telusuri bahaya senjata nuklir.
Senjata nuklir merupakan senjata pemusnah masal ! mengerikan, memang sangat mengerikan.
Ledakan bom atom di Hiroshima (Jepang) pada saat Perang Dunia II, telah menewaskan 80.000 orang seketika, 60.000 orang meninggal dalam waktu satu tahun karena sakit oleh proses radiasi (menyebabkan perubahan sel hidup). Bom atom melepas panas yang luar biasa sehingga sampai dapat meleburkan tanah pada sisi mangkuk nasi (mangkuk yang meleleh mengerikan seperi kulit yang terkena air aki atau plastik yang terbakar), dapat kita bayangkan kalau terkena pada kulit manusia tanpa pelindung.
Sekilas juga marilah kita menelusuri tentang manfaat energi nuklir yang positif yaitu nuklir sebagai energi listrik. Memang cadangan energi fosil sangat minim dan lambat atau cepat pasti akan habis, sedangkan alternatif energi nuklir untuk listrik bisa berlangsung lama. Dengan memanfaatkan fisi, energi inti dapat digunakan untuk membangkitkan listrik.
Energi listrik : dengan memanfaatkan fisi, energi fisi dapat digunakan untuk membangkitan listrik. Pusat reaktor (tempat reaksi nuklir berlangsung) dikendalikan dengan cermat dengan cara memasukkan materi yang disebut "moderator". moderator ini menyerap neutron bebas yang jika tida diserap akan meningkatkan kecepatan reaksi rantai. Pengubah panas mengirimkan panas dari reaktor ke pasok air. Air diubah menjadi uap bertekanan tinggi dan uap itu memutar turbin untuk menghasilkan listrik. Inilah sekilas gambaran terjadinya tenaga listrik dari energi nuklir. Sebenarnya penggerak turbin tersebut adalah uap air itu, tetapi yang menjadikan uap air itu bertenaga luar biasa adalah karena adanya proses nuklir tersebut.
Apa bahayanya ?
Selama pengoperasionalan normal, stasiun listrik energi nuklir tidak mengeluarkan gas yang berbahaya seperti misalnya dari bahan bakar fosil (minyak dan batubara). Tetapi setelah terjadi fisi, bahan bakar yang digunakan akan mengandung radioaktif selama beribu-ribu tahun. Limbah radio aktif tersebut harus dikubur didalam tanah atau di dalam laut, seperti di Washington terdapat tempat pembuangan sampah nuklir. Sedangkan untuk memantau radiasi yang terlepas diperlukan suatu alat yang disebut Geiger.
Masalahnya ? jika terjadi kecelakaan ! berakibat menghancurkan kawasan dan dunia pada umumnya. Mau lihat contohnya ! sudah pernah mendengar bencana "Chernobyl" di Ukraina ?Three Mile island di Amerika Serikat dan Wind Scale di Inggris !
Pada tanggal 26 April 1986, pada waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3, mendengar berita bahwa reaktor nuklir di stasiun pembangkit listrik Chernobyl, Ukraina terbakar. Kejadian itu melepaskan radioaktif dengan jumlah sangat besar, yang menimbulkan efek merugikan jangka panjang, angin membawa efek bencana keseluruh dunia. Saya ketakutan dan dibenak saya terkilas sepintas hancurnya dunia dan tamatlah riwayat umat manusia, saya tak kenal lagi Ki Ageng Pandanaran, Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dan Ki Gus Dur dan banyak "Ki" lainnya yang ada hanyalah "kiamat" (tewasnya dunia). Lihat juga Kompas tanggal 20 Maret 2009 pada rubrik sains.
Dalam keadaan damai pun sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan perang. Karena pada waktu perang otak manusia sangat dipengaruhi oleh kekuatan emosional yang sangat tinggi ("Roh Jahat"). Pada waktu perang hati manusia dihinggapi rasa amarah yang luar biasa, tidak ada rasa belas kasihan ! Dalam perang otak kita dikotori oleh keinginan untuk menghancurkan musuh, untuk merusak bahkan kekuatan "setan" selalu menghantui untuk membunuh dari pada dibunuh lebih dahulu.
Oleh karena itu nuklir tidak boleh dipergunakan dalam persenjataan perang ! baik dalam keadaan perang panas (perang betulan) dan dalam keadaan "perang dingin", ini seharusnya dan sebaiknya. Karena apa? Karena senjata nuklir dapat menyebabkan kematian dan kerusakan fatal dan berkepanjangan bahkan masih meninggalkan efek radiasi bertahun-tahun.
Pada tulisan ini ada sekelumit ejekan untuk orang pintar yang bodoh !Tetapi sangat disayangkan, masih banyak sekali perlengkapan perang yang disertai atau dipersenjatai dengan nuklir meskipun hanya dalam hulu ledaknnya saja. Banyak orang-orang pandai di dunia ini tetapi mereka sangat bodoh oleh kecerobohan didalam mengaplikasikan atau menerapkan kepintarannya itu. Perlengkapan perang tersebut dikontrol oleh sistem computerisasi yang sangat canggih. Meskipun demikian tetap sangat berbahaya bagi kedamaian umat manusia, karena apa ? karena faktor human error, keadaan tak terduga di alam semesta (gempa, angin beliung). Coba kita baca di harian Jakarta Post tanggal 20 Pebruari 2009, "A collision at sea" yang ditulis oleh Gwynne Dyer seorang jurnalis independent yang berasal dari London yang mengatakan bahwa "How can they have been so stupid?
Bodoh karena apa? Karena terjadinya tabrakan kapal di North Atlantic Ocean pada malam tanggal 3 Pebruari 2009 antara The British Nuclear Submarine Venguard dan The French Nuclear Submarine Le Triomphant yang membawa 16 balistic missile berhulu ledak nuklir. Samudra Atlantik Utara merupakan lautan kedua terluas didunia , sedangkan kapal selam tersebut hanya mempunyai panjang kurang lebih 145 meter (475 ft). Setidaknya dalam hamparan air yang sangat luas itu suatu kapal betapapun besarnya dapat bergerak bebas secara 3 dimensi, bisa naik, turun, belok, putar kalau mampu bahkan jungkir balik. Mengapa sampai terjadi tabrakan ! karena mereka sama-sama mempergunakan sonar nonaktif sehingga tidak mampu mengetahui atau mendengar ada kapal lain berjalan, sehingga terjadilan tubrukan pada jalur yang kebetulan sama. Bisa dibayangkan apabila laju kapal selam dengan pembom bermoncong nuklir tersebut masing-masing dengan laju yang sangat tinggi dan tak terkendali, bisa mengakibatkan pecahnya kapal dan perlengkapan persenjataan pembom dan akhirnya menyerbarkan radio aktif yang sangat luas disekitar Samudra Atlantik Utara. Limbah radio aktif tersebut akan mengakibatkan rusaknya habitat laut yang sangat besar (more broadspread and very dangerous , massive hazardous effect) bahkan bisa merebah keseluruh penjuru lautan di dunia ini karena sampah radio aktif terbawa oleh gelombang air laut. Memang Tuhan mungkin menunjukkan jalan agar kita tak usahlah menggunakan nuklir untuk persenjataan, pada waktu kejadian tabrakan kapal tersebut Tuhan masih sangat sayang kepada umatnya sehingga tidak sampai terjadinya ledakan. Seandainya terjadi ledakan dan menyebarkan radio aktif ke seantero samudra, malapetaka akan terjdi di dunia ini, bahkan puing -puing kapal dengan radio aktif itu sangat berbahaya hingga bertahun-tahun lamanya.
Masih hangat postingan ini selesai, pada tanggal 22-03-2009 penulis membaca di harian Equator dan di harian Tribun Pontianak diberitakan adanya tabrakan kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormus. Tabrakan kapal selam USS Hartford dan kapal amfibi USS New Orleans menyebabkan tumpahan minyak solar dari kapal New Orleans, sebanyak 95.000 liter menurut kutipan Tribun, sedangkan menurut kutipan Equator sebanyak 114 ribu liter, itu baru prediksi, kalau dihitung benarnya jelas pasti lebih, aku mau teruhan ! memang dalam kejadian tabrakan itu (yang katanya "friendly accident" ?) tidak menyebabkan kerusakan pada sistem energi nuklir dan tidak ada gangguan terhadap lalu lintas laut di Selat Hormus yang merupakan jalur transportasi padat kapal-kapal pengangkut minyak seperti dilansir oleh Associated Press. Penulis hanya bisa termangu dan merenung, membayangkan hal yang mengerikan.
Memang memalukan ! setelah membaca berita tabrakan kapal tersebut terngiang di benak penulis untuk menyebarluaskan provokasi anti nuklir demi keselamatan umat manusia dan lingkungannya, sekali lagi opini penulis : nuklir sebagai sumber energi masih sangat mengerikan.
This is for you Mr. Barack Obama !, please stop nuclear weapon. Save our world ! for next generation.................................................
Fisi nuklir tetap menyisakan sampah radioaktif !
Sekian dulu .




Tidak ada komentar: