Sabtu, 28 Februari 2009

Centang ! Centang ! Centang!, Wakil Rakyat yang Berwawasan Lingkungan Sepenuhnya.

Pesta demokrasi yang akan berlangsung tanggal 9 April 2009 nanti perlu kita sikapi dengan sungguh-sungguh dan jangan salah pilih, karena wakil rakyat yang nantinya terpilih akan membawa kereta "sistem pemerintahan" Indonesia selama 5 tahun kedepan. Masa lima tahun kedepan boleh dikatakan masa yang cukup lama dan bisa juga masa lima tahun tersebut akan mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan manusia Indonesia pada khususnya apabila terjadi salah kendali.
Mulai saat ini sudah semestinya kita semua disadarkan oleh berbagai bencana alam yang membawa dampak kerugian material yang cukup besar terhadap manusia dan negara. Banjir melanda seantero wilayah Indonesia (Indramayu, Semarang, Jawa Timur, Samarinda, Jakarta Raya), lumpur Lapindo, bencana alam Aceh, Yogyakarta, Pangandaran, Irian Jaya, Lampung, Letusan Gunung Merapi, Angin Puting Beliung, belum lagi perubahan musim yang tidak menentu sehingga terjadinya gagal panen dibeberapa wilayah pertanian dan perkebunan di Indonesia, suhu bumi semakin bertambah dan garis pantai semakin sempit, meningkatnya berbagai jenis penyakit yang menyerang manusia, berkurangnya kualitas air, terjadinya polusi udara, kejadian Harimau makan manusia, gajah merusak tanaman kopi, ternak dimakan ular, kera dan babi hutan merusak tanaman jagung. Berbagai masalah lingkungan tersebut perlu kita sikapi dengan memilih wakil rakyat yang duduk baik ditingkat Kabupaten, Propinsi atau Pusat yang mempunyai wawasan lingkungan hidup yang luas dan komprehensif. Jangan ragu centang sepenuhnya jangan tanggung-tanggung, soal jadi dan enggak itu nanti urusan belakang, kan ada yang usil nanti dan ada pula yang akan memantau visi dan misi yang telah benar-benar di jalankan setelah terpilih.
Mengapa kita harus "mencentang" wakil rakyat yang berwawasan lingkungan ?
Agar kita bisa menanggulangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh para pelaku ekonomi, industri, bisnis dan birokrat yang melakukan kegiatannya untuk mengekspoitasi dan eksplorasi lingkungan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Memang sangat terpuji dan memang diharuskan oleh UUD 1945 bahwa bumi dan kekayaan alam dikelola demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Semua aktivitas perekonomian akan selalu mempunyai dampak terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu wakil rakyat yang duduk di DPRD maupun DPR harus mempunyai sikap mental "Berwawasan lingkungan secara komprehensif". Wakil rakyat tersebut merupakan organ yang memproduksi peraturan, sehingga jangan hanya mengejar peningkatan ekonomi semata dengan dalih demi peningkatan Perkapita dan pendapatan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan secara proporsional dampak kerusakan lingkungan yang akan timbul dari dibuatnya suatu aturan tersebut. Contohnya saja, alokasi dana yang diambil dari APBN sebesar 1% untuk menangani masalah lingkungan hidup (Dana Mitra Lingkungan) itu sangatlah minim, tetapi itu sudah menjadi keputusan dari rapat anggota Dewan pada pemerintahan yang lalu, sehingga biaya penanggulangan lingkungan dirasa kurang memadai.
Benarkah Opini saya ini ?
Apa itu ? Bahwa anggaran untuk penanggulangan kerusakan lingkungan seharusnya dan setidaknya hampir sama dengan dana yang dialokasikan dari APBN untuk pertahanan dan keamanan negara (militer). Mengapa ? karena sebenarnya masalah lingkungan dan militer tersebut sama-sama mempunyai kepentingan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Militer sangat berguna untuk penanggulangan serangan musuh negara, dan Dana Lingkungan untuk penanggulangan kerusakan lingkungan yang berakibat kerugian terhadap materi dan juga sama-sama mengancam jiwa manusia Indonesia. Bencana selalu merugikan masyarakat Indonesia dan negara setiap tahunnya, tetapi serangan musuh negara cenderung lebih kecil dampak kerugiannya secara langsung terhadap masyarakat dan negara Indonesia dan bahkan kerugian yang ditimbulkan tidak separah kerusakan lingkungan. Bagaimana pendapat saudara ?
besok lagi ya.....

Tidak ada komentar: