Minggu, 26 September 2010

Early Warning to Jakarta !

Rusaknya jalan akses ke pelabuhan Tanjung Priuk melewati RE Martadinata, merupakan peringatan dini untuk pengelola Ibu Kota tercinta JAKARUTA (jepang!). Sepenggal jalan RE Martadinata ada yang ambles, berarti daya dukung tanah sudah tidak mampu lagi menopang beban jalan, bisa karena unsur tanahnya mulai rusak oleh air laut yang merembes sehingga merusak pondasi jalan atau memang bekas rawa itu kurang mampu digunakan sebagai jalan. Saya kira untuk rekanan proyek sudah sesuai prosedur dan tidak sembarangan mambuat fasilitas umum jalan itu.
Perlu diingatkan bahwa karena tersedotnya habis2an air tanah di Jakarta semenjak doeloe, sehingga menyebabkan air laut masuk menyusup ke daratan melalui celah2 tanah. Tidak menutup kemungkinan itu akan merusak pondasi bangunan yang dilaluinya. Belum lagi peningkatan debet air laut yang naik sepanjang tahun merupakan bahaya mengancam Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia.
Banjir melanda sepanjang tahun, tempo doeloe Jalan menuju bandara Soekarno Hata terbenam air, sehingga membuat delay bagi penerbangan Internasional maupun domestik melalai bandara itu. Situ Gintung yang bobol membuat banjir bandang di sekitar aliran sungai itu.
Saat ini curah hujan yang cukup deras di daerah Bogor, akan berdampak buruk terhadap pemukiman yang ada disepanjang DAS Ciliwung. Banjir itu pasti akan membawa lumpur dan limbah domestik maupun pabrik yang ada disekitar Jakarta.
Itulah peringatan awal agar pengelola kota harus melakukan perhatian serius terhadap masalah lingkungan, sebelum Jakarta dilanda malapetaka yang berkepanjangan.
Sudah siapkah Ibu Kota pindah, atau adakah rancangan strategis penanggulangannya agar Jakarta tetap eksis ? Semoga ada solusi yang tepat ! RE Martadinata hanya sekelumit peringatan dini yang tidak boleh juga disepelekan (don't discharge or move a side this early warning !)


Tidak ada komentar: