Dahulu kala ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, kurang lebih 35 tahun yang lalu, sering aku mandi di Sungai Krasak di pinggiran daerah Magelang Jawa Tengah. Pada waktu itu airnya mengalir begitu jernih disertai hanyutnya butiran pasir merapi. Kanan kiri sungai waktu itu dipenuhi tanaman jembak dan kangkung yang sangat sedap jika di pertik untuk sayuran dan makanan khas lothek. Terlihat beberapa ikan "uceng", wader pari, bahkan dibawah bebatuan akan ditemui udang sungai yang sangat enak sekali kalau di goreng kering.
Waktu aku kecil, dikanan kiri sungai Krasak selalu ditemui mata air yang bisa langsung diminum, airnya sangat jernih, aku sering mandi di beberapa mata air yang orang sekitar menyebutnya "belik".
35 tahun sudah usai......kini, mata air tak terlihat lagi, udang dan ikan bahkan nyaris punah. Disekitar daerah aliran sungai Krasak sekarang sudah dipenuhi pohon salak pondoh. Diatas sungai, tepatnya dikaki gunung Merapi kini sudah tidak berbentuk sungai lagi, tetapi berbentuk lubang lubang galian pasir yang sangat-sangat parah pemandangannya, jika dulu ada hutan jambu...kini tinggal batu-batu kerikil yang berserakan. Harus dibikin sabuk pengaman agar tanah Merapi tidak longsor alias melorot. Seperti celana kalau kedodoran tidak dikasih sabuk, pasti barangnya akan kelihatan dan pasti...."saru"....
Mata air di daerah hilir sudah tak ada lagi, bahkan aliran air di bawah untuk pertanian menjadi lahan untuk rebutan masal. Tanaman padi kini kebanyakan mendapat air dari aliran sungai Progo yang di bendung di daerah "Ancol Bligo" di kecamatan Ngluwar. Akankah air nantinya untuk rebutan masal dan menjadikan pemicu percekcokan ? Allahualammmmmm....
Itu merupakan contoh di satu daerah. Mata air di daerah lain pun kini menjadi incaran para investor untuk di "sedot" atau di ekspoitasi menjadi AMDK (air minum dalam kemasan). Mata air sebagai sumber air untuk keperluan pertanian di sedot habis-habisan untuk sekelompok orang berduit saja.....dan yakin kalau terlalu banyak pasti banyak buntungnya dari pada untungnya ...yang menimpa anak cucu kita. Belum lagi sekarang banyak orang menggunakan sumur bur atau hidrolik yang menghabiskan air tanah.
Hidup kita 90 % tergantung kepada air......kalau nantinya air tanah menipis, menjadi pemicu perselisihan, dan mengakibatkan percekcokan yang akan menimbulkan penderitaan dan akhirnya yang keluar adalah air mata........buktikan !
Senin, 23 November 2009
Rabu, 03 Juni 2009
Bahaya Merkuri di Sungai Kapuas !
Terlebih dahulu akan ku kupas mengenai unsur merkuri, orang awam banyak tak tahu sebangsa apa itu merkuri, apalagi bagi orang pedalaman. Sebelumnya akupun tak tahu, karena bidang ilmuku berkecimpung dibidang hukum, perbankan dan sosial ekonomi melulu. Coba .....tahukah anda....yang sebenarnya, may be wartawan pun tak tahu sebenarnya apa itu merkuri. Hanya saja tulis dan terus tulis tercemar merkuri, tercemar merkuri.....atau tahu...tahu dikit. Ini hanya barangkali lho....eh barangkali itu ada enaknya adapula tidak enaknya. Barangkali yang enak adalah batu, ikan, udang, dan barangkali yang tidak enak adalah "maaf-itu lho kotoran manusia atau hewan yang mengapung di kali atau sungai", sampah yang dibuang ke kali atau sungai, dan bahan pencemar lain, ya contohnya adalah "si merkuri" tadi.
What is "mercury" ?
Baca aja ya di KBBI, edisi ketiga terbitan Balai Pustaka 2007, disitu diterjemahkan sebagai "merkurium" atau yang sering dikenal orang dengan "air raksa". Merkurium merupakan unsur logam dengan nomor atom (n.a) 80 dan berlambang "Hg", dengan bobot atom 200,59 (halaman :737). Cuma itu, ya...di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang segede itu, hanya disebutkan kira-kira intinya seperti itu. Ayo kita telusuri lebih lanjut, aku masih penasaran. Kita ambil dari Kamus Kimia, edisi baru yang bersumber dari A Concise Dictonary of Chemistry diterbitkan pertama kali oleh Oxford University Press tahun 1984, dan diterjemahkan oleh Suminar Achmadi Phd dari IPB dan diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, merkuri (mercury) merupakan unsur logam cair keperakan (jadi warnanya keperakan) yang termasuk golongan zink, n.a 80, Ar 200,59, d.r 13,55, t.l -38,87 derajat celcius, t.d 356,58 derajat celcius, bijih utamanya adalah sufida sinabar (HgS), yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur lainnya. Merkuri digunakan dalam termometer, barometer, radas ilmiah lainnya, serta dalam analgam didi. Unsur ini kurang reaktif dibandingkan dengan zink dan kadmium dantidak akan menggantikan hidrogen dari asammya.
Merkuri digunakan juga untuk memisahkan unsur emas dari bahan lain yang ada di pertambangan emas. Di Pontianak banyak dijumpai penggunaan air raksa untuk menyepuh logam (cincin akik) dengan emas, dapat kita jumpai di pinggiran pertokoan "Pasar Tengah" di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak.
Di hulu sungai Kapuas dengan adanya "PETI" sungai Kapuas mulai tercemar oleh endapan merkuri.
Terus bahayanya macem apa ?
Ini harus aku gambarkan contoh kasusnya, ada dua contoh kasus yang satu di negara Jepang dan yang satu di Indonesia sendiri. Dikit jak, aku uraikan, seperti di beritakan oleh harian Tribun Pontianak di dalam rubrik Editorial, tanggal 14 Mei 2009, dengan judul "Hindarkan Kalbar dari Tragedi Minamata", tragedi itu terjadi di Teluk Minamata yaitu suatu daerah di negara Jepang, tepatnya di Pulau Kyushu. Kedengarannya seperti di Indonesia ya ! tetapi jangan di "pleset" kan, mina berarti ikan dan mata berarti penglihatan. Karena orang kita kan sukanya "plesetan". Memang kasus Minamata ini berhubungan dengan konsumsi ikan. Cerita dikit jak, suatu pagi pada bulan Mei 1956, empat warga Minamata dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala yang sama : pusing, tangan dan kaki kesemutan disertai gemetaran, tragisnya mereka tewas setelah suhu tubuhnya meningkat drastis dan koma, makin heboh manakala dalam tempo singkat 17 orang lainnya meninggal pasca mengalami gejala yang sama. Petaka ini baru terjawab dua tahun kemudian, wah lama juga ya...., mungkin dokter pada waktu itu belum canggih atau perlengkapannya tidak dapat mendeteksi penyakit secara cepat. Akhirnya tim peneliti menguak biangnya adalah limbah air raksa (merkuri) yang bertahun-tahun dibuang oleh pabrik pupuk Chisso ke Teluk Minamata. Limbah merkuri tersebut mencemari ikan-ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat daerah sekitar Teluk Minamata. Sepuluh tahun kemudian Chisso diwajibkan untuk membayar kompensasi pada penderita sebesar 900 juta Yen. Angka resmi Badan Lingkungan Jepang mencatat sampai mencapai 2.239 orang terkena dampaknya dan 987 orang meninggal dunia. Mengerikan ya ! sakitnya baru terdeteksi bertahun, tahun.
Satu lagi kasus yang mirip Minamata di Indonesia yaitu di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara yang tercemar limbah tambang PT. Newmont Minahasa Raya.
Merkuri bersifat merusak sistem syaraf yang berakibat gangguan pada penglihatan, daya ingat, gemetaran sampai keluhan persendian. Merkuri sangat berbahaya pada wanita hamil, karena janin yang dikandung mempunyai potensi besar lahir cacat. Hiiii .........mengerikan bagi ibu-ibu hamil untuk mengkonsumsi air sungai yang mengandung merkuri.
Kembali ke Sungai Kapuas !
Habis, mau kembali ke Laptop nanti dikira tiru-tiru "Empat Matanya" Thukul Arwana.
Kalau kita akan ke kota Pontianak sebagai ibu kota Propinsi Kalimantan Barat, dan kota ini merupakan kota kecil yang indah dan unik, dengan naik kapal, kapal yang kita tumpangi akan melalui muara sungai Kapuas untuk menuju ke Pelabuhan Dwikora. Yang belum pernah naik kapal ke Pontianak silahkan mencoba dan jika belum sempat dapat membayangkan saja lebarnya dan dalamnya muara Sungai Kapuas hingga dapat dilewati kapal. Tidak seperti sungai di Jawa yang sempit dan dangkal, kalau di Kalimantan disebut "parit" jak. Bencana besar mengancam masyarakat yang secara akumulatif mengkonsumsi atau menggunakan air sungai Kapuas dalam kehidupan sehari-hari.
cerita ini masih panjang ...banget .. lanjutnya besok ada kerjaan lain ....
What is "mercury" ?
Baca aja ya di KBBI, edisi ketiga terbitan Balai Pustaka 2007, disitu diterjemahkan sebagai "merkurium" atau yang sering dikenal orang dengan "air raksa". Merkurium merupakan unsur logam dengan nomor atom (n.a) 80 dan berlambang "Hg", dengan bobot atom 200,59 (halaman :737). Cuma itu, ya...di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang segede itu, hanya disebutkan kira-kira intinya seperti itu. Ayo kita telusuri lebih lanjut, aku masih penasaran. Kita ambil dari Kamus Kimia, edisi baru yang bersumber dari A Concise Dictonary of Chemistry diterbitkan pertama kali oleh Oxford University Press tahun 1984, dan diterjemahkan oleh Suminar Achmadi Phd dari IPB dan diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, merkuri (mercury) merupakan unsur logam cair keperakan (jadi warnanya keperakan) yang termasuk golongan zink, n.a 80, Ar 200,59, d.r 13,55, t.l -38,87 derajat celcius, t.d 356,58 derajat celcius, bijih utamanya adalah sufida sinabar (HgS), yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur lainnya. Merkuri digunakan dalam termometer, barometer, radas ilmiah lainnya, serta dalam analgam didi. Unsur ini kurang reaktif dibandingkan dengan zink dan kadmium dantidak akan menggantikan hidrogen dari asammya.
Merkuri digunakan juga untuk memisahkan unsur emas dari bahan lain yang ada di pertambangan emas. Di Pontianak banyak dijumpai penggunaan air raksa untuk menyepuh logam (cincin akik) dengan emas, dapat kita jumpai di pinggiran pertokoan "Pasar Tengah" di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak.
Di hulu sungai Kapuas dengan adanya "PETI" sungai Kapuas mulai tercemar oleh endapan merkuri.
Terus bahayanya macem apa ?
Ini harus aku gambarkan contoh kasusnya, ada dua contoh kasus yang satu di negara Jepang dan yang satu di Indonesia sendiri. Dikit jak, aku uraikan, seperti di beritakan oleh harian Tribun Pontianak di dalam rubrik Editorial, tanggal 14 Mei 2009, dengan judul "Hindarkan Kalbar dari Tragedi Minamata", tragedi itu terjadi di Teluk Minamata yaitu suatu daerah di negara Jepang, tepatnya di Pulau Kyushu. Kedengarannya seperti di Indonesia ya ! tetapi jangan di "pleset" kan, mina berarti ikan dan mata berarti penglihatan. Karena orang kita kan sukanya "plesetan". Memang kasus Minamata ini berhubungan dengan konsumsi ikan. Cerita dikit jak, suatu pagi pada bulan Mei 1956, empat warga Minamata dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala yang sama : pusing, tangan dan kaki kesemutan disertai gemetaran, tragisnya mereka tewas setelah suhu tubuhnya meningkat drastis dan koma, makin heboh manakala dalam tempo singkat 17 orang lainnya meninggal pasca mengalami gejala yang sama. Petaka ini baru terjawab dua tahun kemudian, wah lama juga ya...., mungkin dokter pada waktu itu belum canggih atau perlengkapannya tidak dapat mendeteksi penyakit secara cepat. Akhirnya tim peneliti menguak biangnya adalah limbah air raksa (merkuri) yang bertahun-tahun dibuang oleh pabrik pupuk Chisso ke Teluk Minamata. Limbah merkuri tersebut mencemari ikan-ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat daerah sekitar Teluk Minamata. Sepuluh tahun kemudian Chisso diwajibkan untuk membayar kompensasi pada penderita sebesar 900 juta Yen. Angka resmi Badan Lingkungan Jepang mencatat sampai mencapai 2.239 orang terkena dampaknya dan 987 orang meninggal dunia. Mengerikan ya ! sakitnya baru terdeteksi bertahun, tahun.
Satu lagi kasus yang mirip Minamata di Indonesia yaitu di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara yang tercemar limbah tambang PT. Newmont Minahasa Raya.
Merkuri bersifat merusak sistem syaraf yang berakibat gangguan pada penglihatan, daya ingat, gemetaran sampai keluhan persendian. Merkuri sangat berbahaya pada wanita hamil, karena janin yang dikandung mempunyai potensi besar lahir cacat. Hiiii .........mengerikan bagi ibu-ibu hamil untuk mengkonsumsi air sungai yang mengandung merkuri.
Kembali ke Sungai Kapuas !
Habis, mau kembali ke Laptop nanti dikira tiru-tiru "Empat Matanya" Thukul Arwana.
Kalau kita akan ke kota Pontianak sebagai ibu kota Propinsi Kalimantan Barat, dan kota ini merupakan kota kecil yang indah dan unik, dengan naik kapal, kapal yang kita tumpangi akan melalui muara sungai Kapuas untuk menuju ke Pelabuhan Dwikora. Yang belum pernah naik kapal ke Pontianak silahkan mencoba dan jika belum sempat dapat membayangkan saja lebarnya dan dalamnya muara Sungai Kapuas hingga dapat dilewati kapal. Tidak seperti sungai di Jawa yang sempit dan dangkal, kalau di Kalimantan disebut "parit" jak. Bencana besar mengancam masyarakat yang secara akumulatif mengkonsumsi atau menggunakan air sungai Kapuas dalam kehidupan sehari-hari.
cerita ini masih panjang ...banget .. lanjutnya besok ada kerjaan lain ....
Jumat, 06 Maret 2009
Cegah penggunaan nuklir untuk keperluan perang !
Apa sebenarnya nuklir itu ?
Secara harafiah menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan nuklir adalah berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom. Kita telaah lebih lanjut dari kamus "Oxford Learners Dictionary", Nuclear berasal dari Nucleus yang berarti "central part of an atom", berarti merupakan inti dari atom. Nuclear Energy adalah "extremly powerful form of energy produced by the splitting of the nuclei of atoms" jadi merupakan suatu bentuk dari tenaga yang sangat dahsyat atau luar biasa yang diproduksi karena adanya pemecahan dari inti atom. Terus lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan senjata nuklir itu? Menurut Kamus Kimia karangan Ir. Sajoni Basri yang diterbitkan oleh PT. Rineka Cipta Cetakan kedua Agustus 2003, Nuclear Weapon (senjata nuklir) adalah senjata yang memiliki kekuatan menghancurkan yang besar yang didapat dari energi yang dilepaskan pada saat "fusi nuklir", contohnya bom atom, bom hidrogen. Ilmu kimia yang memperlajari perubahan inti atom seperti radio aktivitas, pemecahan nuklir serta sifat dari produk yang dihasilkan merupakan cabang ilmu kimia nuklir.
Marilah kita telusuri sejarahnya terlebih dahulu. Penulis mengambil dari buku "Energi" yang ditulis oleh Jack Challoner dalam bukunya "Dorling Kindersley" dalam seri buku "Jendela Iptek" yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Balai Pustaka , Jakarta, Cetakan kedua tahun 2000, diterjemahkan oleh Drs. Januarius Mujiyanto :
Para ilmuwan sejak tahun 1900-an telah mengetahui bahwa atom pembentuk materi terdiri dari inti kecil yang dikelilingi oleh elektron. Inti itu ternyata terdiri atas partikel-partikel yang terikat erat yang dinamakan proton dan neutron, tetapi kekuatan yang mencengkram inti jauh lebih besar, kekuatan ini menjadi kunci energi nuklir. Sedangkan ada dua cara untuk membebaskan energi ini yaitu fisi dan fusi.
Pada fisi nuklir, inti atom terdiri dari proton dan neutron, semua inti tidak stabil pada tingkat tertentu. Semakin besar inti, semakin tidak stabil keadaannya. Jika sebuah neutron membentur inti yang tidak stabil, inti ini akan terbelah menjadi dua yang lebih kecil dan stabil. Inti yang lebih kecil ini memerlukan lebih sedikit neutron untuk membuatnya stabil dan biasanya dua atau tiga neutron lepas. Neutron yang lepas ini dapat menyebabkan pembelahan inti yang lain dan mulailah suatu reaksi rantai. Energi yang dibutuhkan untuk mengikat seluruh partikel dalam inti yang baru lebih sedikit daripada jumlah yang diperlukan dalam inti asal. Oleh karena itu energi "sisa" terlepas kebanyakan berupa panas.
Kita telah mengenal siapa Albert Einstein bukan ? Fisikawan terkemuka itu pada tahun 1939 menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat F.D. Roosevelt pada waktu itu, memberikan masukan bahwa reaksi rantai nuklir dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan membuat bom. Sejak saat itulah berkembang senjata nuklir.
Marilah kita telusuri bahaya senjata nuklir.
Senjata nuklir merupakan senjata pemusnah masal ! mengerikan, memang sangat mengerikan.
Ledakan bom atom di Hiroshima (Jepang) pada saat Perang Dunia II, telah menewaskan 80.000 orang seketika, 60.000 orang meninggal dalam waktu satu tahun karena sakit oleh proses radiasi (menyebabkan perubahan sel hidup). Bom atom melepas panas yang luar biasa sehingga sampai dapat meleburkan tanah pada sisi mangkuk nasi (mangkuk yang meleleh mengerikan seperi kulit yang terkena air aki atau plastik yang terbakar), dapat kita bayangkan kalau terkena pada kulit manusia tanpa pelindung.
Sekilas juga marilah kita menelusuri tentang manfaat energi nuklir yang positif yaitu nuklir sebagai energi listrik. Memang cadangan energi fosil sangat minim dan lambat atau cepat pasti akan habis, sedangkan alternatif energi nuklir untuk listrik bisa berlangsung lama. Dengan memanfaatkan fisi, energi inti dapat digunakan untuk membangkitkan listrik.
Energi listrik : dengan memanfaatkan fisi, energi fisi dapat digunakan untuk membangkitan listrik. Pusat reaktor (tempat reaksi nuklir berlangsung) dikendalikan dengan cermat dengan cara memasukkan materi yang disebut "moderator". moderator ini menyerap neutron bebas yang jika tida diserap akan meningkatkan kecepatan reaksi rantai. Pengubah panas mengirimkan panas dari reaktor ke pasok air. Air diubah menjadi uap bertekanan tinggi dan uap itu memutar turbin untuk menghasilkan listrik. Inilah sekilas gambaran terjadinya tenaga listrik dari energi nuklir. Sebenarnya penggerak turbin tersebut adalah uap air itu, tetapi yang menjadikan uap air itu bertenaga luar biasa adalah karena adanya proses nuklir tersebut.
Apa bahayanya ?
Selama pengoperasionalan normal, stasiun listrik energi nuklir tidak mengeluarkan gas yang berbahaya seperti misalnya dari bahan bakar fosil (minyak dan batubara). Tetapi setelah terjadi fisi, bahan bakar yang digunakan akan mengandung radioaktif selama beribu-ribu tahun. Limbah radio aktif tersebut harus dikubur didalam tanah atau di dalam laut, seperti di Washington terdapat tempat pembuangan sampah nuklir. Sedangkan untuk memantau radiasi yang terlepas diperlukan suatu alat yang disebut Geiger.
Masalahnya ? jika terjadi kecelakaan ! berakibat menghancurkan kawasan dan dunia pada umumnya. Mau lihat contohnya ! sudah pernah mendengar bencana "Chernobyl" di Ukraina ?Three Mile island di Amerika Serikat dan Wind Scale di Inggris !
Pada tanggal 26 April 1986, pada waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3, mendengar berita bahwa reaktor nuklir di stasiun pembangkit listrik Chernobyl, Ukraina terbakar. Kejadian itu melepaskan radioaktif dengan jumlah sangat besar, yang menimbulkan efek merugikan jangka panjang, angin membawa efek bencana keseluruh dunia. Saya ketakutan dan dibenak saya terkilas sepintas hancurnya dunia dan tamatlah riwayat umat manusia, saya tak kenal lagi Ki Ageng Pandanaran, Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dan Ki Gus Dur dan banyak "Ki" lainnya yang ada hanyalah "kiamat" (tewasnya dunia). Lihat juga Kompas tanggal 20 Maret 2009 pada rubrik sains.
Dalam keadaan damai pun sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan perang. Karena pada waktu perang otak manusia sangat dipengaruhi oleh kekuatan emosional yang sangat tinggi ("Roh Jahat"). Pada waktu perang hati manusia dihinggapi rasa amarah yang luar biasa, tidak ada rasa belas kasihan ! Dalam perang otak kita dikotori oleh keinginan untuk menghancurkan musuh, untuk merusak bahkan kekuatan "setan" selalu menghantui untuk membunuh dari pada dibunuh lebih dahulu.
Oleh karena itu nuklir tidak boleh dipergunakan dalam persenjataan perang ! baik dalam keadaan perang panas (perang betulan) dan dalam keadaan "perang dingin", ini seharusnya dan sebaiknya. Karena apa? Karena senjata nuklir dapat menyebabkan kematian dan kerusakan fatal dan berkepanjangan bahkan masih meninggalkan efek radiasi bertahun-tahun.
Pada tulisan ini ada sekelumit ejekan untuk orang pintar yang bodoh !Tetapi sangat disayangkan, masih banyak sekali perlengkapan perang yang disertai atau dipersenjatai dengan nuklir meskipun hanya dalam hulu ledaknnya saja. Banyak orang-orang pandai di dunia ini tetapi mereka sangat bodoh oleh kecerobohan didalam mengaplikasikan atau menerapkan kepintarannya itu. Perlengkapan perang tersebut dikontrol oleh sistem computerisasi yang sangat canggih. Meskipun demikian tetap sangat berbahaya bagi kedamaian umat manusia, karena apa ? karena faktor human error, keadaan tak terduga di alam semesta (gempa, angin beliung). Coba kita baca di harian Jakarta Post tanggal 20 Pebruari 2009, "A collision at sea" yang ditulis oleh Gwynne Dyer seorang jurnalis independent yang berasal dari London yang mengatakan bahwa "How can they have been so stupid?
Bodoh karena apa? Karena terjadinya tabrakan kapal di North Atlantic Ocean pada malam tanggal 3 Pebruari 2009 antara The British Nuclear Submarine Venguard dan The French Nuclear Submarine Le Triomphant yang membawa 16 balistic missile berhulu ledak nuklir. Samudra Atlantik Utara merupakan lautan kedua terluas didunia , sedangkan kapal selam tersebut hanya mempunyai panjang kurang lebih 145 meter (475 ft). Setidaknya dalam hamparan air yang sangat luas itu suatu kapal betapapun besarnya dapat bergerak bebas secara 3 dimensi, bisa naik, turun, belok, putar kalau mampu bahkan jungkir balik. Mengapa sampai terjadi tabrakan ! karena mereka sama-sama mempergunakan sonar nonaktif sehingga tidak mampu mengetahui atau mendengar ada kapal lain berjalan, sehingga terjadilan tubrukan pada jalur yang kebetulan sama. Bisa dibayangkan apabila laju kapal selam dengan pembom bermoncong nuklir tersebut masing-masing dengan laju yang sangat tinggi dan tak terkendali, bisa mengakibatkan pecahnya kapal dan perlengkapan persenjataan pembom dan akhirnya menyerbarkan radio aktif yang sangat luas disekitar Samudra Atlantik Utara. Limbah radio aktif tersebut akan mengakibatkan rusaknya habitat laut yang sangat besar (more broadspread and very dangerous , massive hazardous effect) bahkan bisa merebah keseluruh penjuru lautan di dunia ini karena sampah radio aktif terbawa oleh gelombang air laut. Memang Tuhan mungkin menunjukkan jalan agar kita tak usahlah menggunakan nuklir untuk persenjataan, pada waktu kejadian tabrakan kapal tersebut Tuhan masih sangat sayang kepada umatnya sehingga tidak sampai terjadinya ledakan. Seandainya terjadi ledakan dan menyebarkan radio aktif ke seantero samudra, malapetaka akan terjdi di dunia ini, bahkan puing -puing kapal dengan radio aktif itu sangat berbahaya hingga bertahun-tahun lamanya.
Masih hangat postingan ini selesai, pada tanggal 22-03-2009 penulis membaca di harian Equator dan di harian Tribun Pontianak diberitakan adanya tabrakan kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormus. Tabrakan kapal selam USS Hartford dan kapal amfibi USS New Orleans menyebabkan tumpahan minyak solar dari kapal New Orleans, sebanyak 95.000 liter menurut kutipan Tribun, sedangkan menurut kutipan Equator sebanyak 114 ribu liter, itu baru prediksi, kalau dihitung benarnya jelas pasti lebih, aku mau teruhan ! memang dalam kejadian tabrakan itu (yang katanya "friendly accident" ?) tidak menyebabkan kerusakan pada sistem energi nuklir dan tidak ada gangguan terhadap lalu lintas laut di Selat Hormus yang merupakan jalur transportasi padat kapal-kapal pengangkut minyak seperti dilansir oleh Associated Press. Penulis hanya bisa termangu dan merenung, membayangkan hal yang mengerikan.
Memang memalukan ! setelah membaca berita tabrakan kapal tersebut terngiang di benak penulis untuk menyebarluaskan provokasi anti nuklir demi keselamatan umat manusia dan lingkungannya, sekali lagi opini penulis : nuklir sebagai sumber energi masih sangat mengerikan.
This is for you Mr. Barack Obama !, please stop nuclear weapon. Save our world ! for next generation.................................................
Fisi nuklir tetap menyisakan sampah radioaktif !
Sekian dulu .
Secara harafiah menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan nuklir adalah berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom. Kita telaah lebih lanjut dari kamus "Oxford Learners Dictionary", Nuclear berasal dari Nucleus yang berarti "central part of an atom", berarti merupakan inti dari atom. Nuclear Energy adalah "extremly powerful form of energy produced by the splitting of the nuclei of atoms" jadi merupakan suatu bentuk dari tenaga yang sangat dahsyat atau luar biasa yang diproduksi karena adanya pemecahan dari inti atom. Terus lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan senjata nuklir itu? Menurut Kamus Kimia karangan Ir. Sajoni Basri yang diterbitkan oleh PT. Rineka Cipta Cetakan kedua Agustus 2003, Nuclear Weapon (senjata nuklir) adalah senjata yang memiliki kekuatan menghancurkan yang besar yang didapat dari energi yang dilepaskan pada saat "fusi nuklir", contohnya bom atom, bom hidrogen. Ilmu kimia yang memperlajari perubahan inti atom seperti radio aktivitas, pemecahan nuklir serta sifat dari produk yang dihasilkan merupakan cabang ilmu kimia nuklir.
Marilah kita telusuri sejarahnya terlebih dahulu. Penulis mengambil dari buku "Energi" yang ditulis oleh Jack Challoner dalam bukunya "Dorling Kindersley" dalam seri buku "Jendela Iptek" yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Balai Pustaka , Jakarta, Cetakan kedua tahun 2000, diterjemahkan oleh Drs. Januarius Mujiyanto :
Para ilmuwan sejak tahun 1900-an telah mengetahui bahwa atom pembentuk materi terdiri dari inti kecil yang dikelilingi oleh elektron. Inti itu ternyata terdiri atas partikel-partikel yang terikat erat yang dinamakan proton dan neutron, tetapi kekuatan yang mencengkram inti jauh lebih besar, kekuatan ini menjadi kunci energi nuklir. Sedangkan ada dua cara untuk membebaskan energi ini yaitu fisi dan fusi.
Pada fisi nuklir, inti atom terdiri dari proton dan neutron, semua inti tidak stabil pada tingkat tertentu. Semakin besar inti, semakin tidak stabil keadaannya. Jika sebuah neutron membentur inti yang tidak stabil, inti ini akan terbelah menjadi dua yang lebih kecil dan stabil. Inti yang lebih kecil ini memerlukan lebih sedikit neutron untuk membuatnya stabil dan biasanya dua atau tiga neutron lepas. Neutron yang lepas ini dapat menyebabkan pembelahan inti yang lain dan mulailah suatu reaksi rantai. Energi yang dibutuhkan untuk mengikat seluruh partikel dalam inti yang baru lebih sedikit daripada jumlah yang diperlukan dalam inti asal. Oleh karena itu energi "sisa" terlepas kebanyakan berupa panas.
Kita telah mengenal siapa Albert Einstein bukan ? Fisikawan terkemuka itu pada tahun 1939 menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat F.D. Roosevelt pada waktu itu, memberikan masukan bahwa reaksi rantai nuklir dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan membuat bom. Sejak saat itulah berkembang senjata nuklir.
Marilah kita telusuri bahaya senjata nuklir.
Senjata nuklir merupakan senjata pemusnah masal ! mengerikan, memang sangat mengerikan.
Ledakan bom atom di Hiroshima (Jepang) pada saat Perang Dunia II, telah menewaskan 80.000 orang seketika, 60.000 orang meninggal dalam waktu satu tahun karena sakit oleh proses radiasi (menyebabkan perubahan sel hidup). Bom atom melepas panas yang luar biasa sehingga sampai dapat meleburkan tanah pada sisi mangkuk nasi (mangkuk yang meleleh mengerikan seperi kulit yang terkena air aki atau plastik yang terbakar), dapat kita bayangkan kalau terkena pada kulit manusia tanpa pelindung.
Sekilas juga marilah kita menelusuri tentang manfaat energi nuklir yang positif yaitu nuklir sebagai energi listrik. Memang cadangan energi fosil sangat minim dan lambat atau cepat pasti akan habis, sedangkan alternatif energi nuklir untuk listrik bisa berlangsung lama. Dengan memanfaatkan fisi, energi inti dapat digunakan untuk membangkitkan listrik.
Energi listrik : dengan memanfaatkan fisi, energi fisi dapat digunakan untuk membangkitan listrik. Pusat reaktor (tempat reaksi nuklir berlangsung) dikendalikan dengan cermat dengan cara memasukkan materi yang disebut "moderator". moderator ini menyerap neutron bebas yang jika tida diserap akan meningkatkan kecepatan reaksi rantai. Pengubah panas mengirimkan panas dari reaktor ke pasok air. Air diubah menjadi uap bertekanan tinggi dan uap itu memutar turbin untuk menghasilkan listrik. Inilah sekilas gambaran terjadinya tenaga listrik dari energi nuklir. Sebenarnya penggerak turbin tersebut adalah uap air itu, tetapi yang menjadikan uap air itu bertenaga luar biasa adalah karena adanya proses nuklir tersebut.
Apa bahayanya ?
Selama pengoperasionalan normal, stasiun listrik energi nuklir tidak mengeluarkan gas yang berbahaya seperti misalnya dari bahan bakar fosil (minyak dan batubara). Tetapi setelah terjadi fisi, bahan bakar yang digunakan akan mengandung radioaktif selama beribu-ribu tahun. Limbah radio aktif tersebut harus dikubur didalam tanah atau di dalam laut, seperti di Washington terdapat tempat pembuangan sampah nuklir. Sedangkan untuk memantau radiasi yang terlepas diperlukan suatu alat yang disebut Geiger.
Masalahnya ? jika terjadi kecelakaan ! berakibat menghancurkan kawasan dan dunia pada umumnya. Mau lihat contohnya ! sudah pernah mendengar bencana "Chernobyl" di Ukraina ?Three Mile island di Amerika Serikat dan Wind Scale di Inggris !
Pada tanggal 26 April 1986, pada waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3, mendengar berita bahwa reaktor nuklir di stasiun pembangkit listrik Chernobyl, Ukraina terbakar. Kejadian itu melepaskan radioaktif dengan jumlah sangat besar, yang menimbulkan efek merugikan jangka panjang, angin membawa efek bencana keseluruh dunia. Saya ketakutan dan dibenak saya terkilas sepintas hancurnya dunia dan tamatlah riwayat umat manusia, saya tak kenal lagi Ki Ageng Pandanaran, Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dan Ki Gus Dur dan banyak "Ki" lainnya yang ada hanyalah "kiamat" (tewasnya dunia). Lihat juga Kompas tanggal 20 Maret 2009 pada rubrik sains.
Dalam keadaan damai pun sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan perang. Karena pada waktu perang otak manusia sangat dipengaruhi oleh kekuatan emosional yang sangat tinggi ("Roh Jahat"). Pada waktu perang hati manusia dihinggapi rasa amarah yang luar biasa, tidak ada rasa belas kasihan ! Dalam perang otak kita dikotori oleh keinginan untuk menghancurkan musuh, untuk merusak bahkan kekuatan "setan" selalu menghantui untuk membunuh dari pada dibunuh lebih dahulu.
Oleh karena itu nuklir tidak boleh dipergunakan dalam persenjataan perang ! baik dalam keadaan perang panas (perang betulan) dan dalam keadaan "perang dingin", ini seharusnya dan sebaiknya. Karena apa? Karena senjata nuklir dapat menyebabkan kematian dan kerusakan fatal dan berkepanjangan bahkan masih meninggalkan efek radiasi bertahun-tahun.
Pada tulisan ini ada sekelumit ejekan untuk orang pintar yang bodoh !Tetapi sangat disayangkan, masih banyak sekali perlengkapan perang yang disertai atau dipersenjatai dengan nuklir meskipun hanya dalam hulu ledaknnya saja. Banyak orang-orang pandai di dunia ini tetapi mereka sangat bodoh oleh kecerobohan didalam mengaplikasikan atau menerapkan kepintarannya itu. Perlengkapan perang tersebut dikontrol oleh sistem computerisasi yang sangat canggih. Meskipun demikian tetap sangat berbahaya bagi kedamaian umat manusia, karena apa ? karena faktor human error, keadaan tak terduga di alam semesta (gempa, angin beliung). Coba kita baca di harian Jakarta Post tanggal 20 Pebruari 2009, "A collision at sea" yang ditulis oleh Gwynne Dyer seorang jurnalis independent yang berasal dari London yang mengatakan bahwa "How can they have been so stupid?
Bodoh karena apa? Karena terjadinya tabrakan kapal di North Atlantic Ocean pada malam tanggal 3 Pebruari 2009 antara The British Nuclear Submarine Venguard dan The French Nuclear Submarine Le Triomphant yang membawa 16 balistic missile berhulu ledak nuklir. Samudra Atlantik Utara merupakan lautan kedua terluas didunia , sedangkan kapal selam tersebut hanya mempunyai panjang kurang lebih 145 meter (475 ft). Setidaknya dalam hamparan air yang sangat luas itu suatu kapal betapapun besarnya dapat bergerak bebas secara 3 dimensi, bisa naik, turun, belok, putar kalau mampu bahkan jungkir balik. Mengapa sampai terjadi tabrakan ! karena mereka sama-sama mempergunakan sonar nonaktif sehingga tidak mampu mengetahui atau mendengar ada kapal lain berjalan, sehingga terjadilan tubrukan pada jalur yang kebetulan sama. Bisa dibayangkan apabila laju kapal selam dengan pembom bermoncong nuklir tersebut masing-masing dengan laju yang sangat tinggi dan tak terkendali, bisa mengakibatkan pecahnya kapal dan perlengkapan persenjataan pembom dan akhirnya menyerbarkan radio aktif yang sangat luas disekitar Samudra Atlantik Utara. Limbah radio aktif tersebut akan mengakibatkan rusaknya habitat laut yang sangat besar (more broadspread and very dangerous , massive hazardous effect) bahkan bisa merebah keseluruh penjuru lautan di dunia ini karena sampah radio aktif terbawa oleh gelombang air laut. Memang Tuhan mungkin menunjukkan jalan agar kita tak usahlah menggunakan nuklir untuk persenjataan, pada waktu kejadian tabrakan kapal tersebut Tuhan masih sangat sayang kepada umatnya sehingga tidak sampai terjadinya ledakan. Seandainya terjadi ledakan dan menyebarkan radio aktif ke seantero samudra, malapetaka akan terjdi di dunia ini, bahkan puing -puing kapal dengan radio aktif itu sangat berbahaya hingga bertahun-tahun lamanya.
Masih hangat postingan ini selesai, pada tanggal 22-03-2009 penulis membaca di harian Equator dan di harian Tribun Pontianak diberitakan adanya tabrakan kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormus. Tabrakan kapal selam USS Hartford dan kapal amfibi USS New Orleans menyebabkan tumpahan minyak solar dari kapal New Orleans, sebanyak 95.000 liter menurut kutipan Tribun, sedangkan menurut kutipan Equator sebanyak 114 ribu liter, itu baru prediksi, kalau dihitung benarnya jelas pasti lebih, aku mau teruhan ! memang dalam kejadian tabrakan itu (yang katanya "friendly accident" ?) tidak menyebabkan kerusakan pada sistem energi nuklir dan tidak ada gangguan terhadap lalu lintas laut di Selat Hormus yang merupakan jalur transportasi padat kapal-kapal pengangkut minyak seperti dilansir oleh Associated Press. Penulis hanya bisa termangu dan merenung, membayangkan hal yang mengerikan.
Memang memalukan ! setelah membaca berita tabrakan kapal tersebut terngiang di benak penulis untuk menyebarluaskan provokasi anti nuklir demi keselamatan umat manusia dan lingkungannya, sekali lagi opini penulis : nuklir sebagai sumber energi masih sangat mengerikan.
This is for you Mr. Barack Obama !, please stop nuclear weapon. Save our world ! for next generation.................................................
Fisi nuklir tetap menyisakan sampah radioaktif !
Sekian dulu .
Mari bersama mengubur "PETI" mati
Peti secara harafiah merupakan kotak, sedangkan peti mati secara harafiah merupkan kotak untuk orang yang telah meninggal dunia dan akan dibakar atau dikuburkan. Akan tetapi maksud saya menulis peti dalam tanda kutip tersebut diatas bukan peti yang dimaksudkan secara harafiah itu, akan tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mari kita bersama-sama menguburkannya. Lha, terus apa yang dimaksudkan denga peti dalam tanda kutip itu?
"PETI" maksud saya adalah singkatan dari Penambangan Emas Tanpa Ijin, jadi merupakan penambangan mineral emas yang sembarangan tanpa disertai ijin. Selanjutnya kata peti dalam tulisan ini mempunyai makna penambangan emas tanpa ijin. Peti merupakan salah satu kegiatan yang dilarang oleh undang-undang dan termasuk yang tidak dibenarkan menurut hukum dalam lingkungan pertambangan atau disebut illegal mining. Kegiatan peti sangat memprihatinkan lingkungan, merusak aliran sungai dan lingkungan sekitar lokasi penambangan, terjadinya pencemaran air (dari bahan bakar solar diesel sebagai penggerak bor dan perlengkapannya), terjadinya tanah longsor dan banjir, terjadinya perubahan habitat dan ekosistem di sekitar lokasi penambangan, terjadinya pencemaran udara.
Lokasi peti di Kalimantan Barat sangat memprihatinkan.....
besok lanjutannya....
"PETI" maksud saya adalah singkatan dari Penambangan Emas Tanpa Ijin, jadi merupakan penambangan mineral emas yang sembarangan tanpa disertai ijin. Selanjutnya kata peti dalam tulisan ini mempunyai makna penambangan emas tanpa ijin. Peti merupakan salah satu kegiatan yang dilarang oleh undang-undang dan termasuk yang tidak dibenarkan menurut hukum dalam lingkungan pertambangan atau disebut illegal mining. Kegiatan peti sangat memprihatinkan lingkungan, merusak aliran sungai dan lingkungan sekitar lokasi penambangan, terjadinya pencemaran air (dari bahan bakar solar diesel sebagai penggerak bor dan perlengkapannya), terjadinya tanah longsor dan banjir, terjadinya perubahan habitat dan ekosistem di sekitar lokasi penambangan, terjadinya pencemaran udara.
Lokasi peti di Kalimantan Barat sangat memprihatinkan.....
besok lanjutannya....
Sabtu, 28 Februari 2009
Centang ! Centang ! Centang!, Wakil Rakyat yang Berwawasan Lingkungan Sepenuhnya.
Pesta demokrasi yang akan berlangsung tanggal 9 April 2009 nanti perlu kita sikapi dengan sungguh-sungguh dan jangan salah pilih, karena wakil rakyat yang nantinya terpilih akan membawa kereta "sistem pemerintahan" Indonesia selama 5 tahun kedepan. Masa lima tahun kedepan boleh dikatakan masa yang cukup lama dan bisa juga masa lima tahun tersebut akan mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan manusia Indonesia pada khususnya apabila terjadi salah kendali.
Mulai saat ini sudah semestinya kita semua disadarkan oleh berbagai bencana alam yang membawa dampak kerugian material yang cukup besar terhadap manusia dan negara. Banjir melanda seantero wilayah Indonesia (Indramayu, Semarang, Jawa Timur, Samarinda, Jakarta Raya), lumpur Lapindo, bencana alam Aceh, Yogyakarta, Pangandaran, Irian Jaya, Lampung, Letusan Gunung Merapi, Angin Puting Beliung, belum lagi perubahan musim yang tidak menentu sehingga terjadinya gagal panen dibeberapa wilayah pertanian dan perkebunan di Indonesia, suhu bumi semakin bertambah dan garis pantai semakin sempit, meningkatnya berbagai jenis penyakit yang menyerang manusia, berkurangnya kualitas air, terjadinya polusi udara, kejadian Harimau makan manusia, gajah merusak tanaman kopi, ternak dimakan ular, kera dan babi hutan merusak tanaman jagung. Berbagai masalah lingkungan tersebut perlu kita sikapi dengan memilih wakil rakyat yang duduk baik ditingkat Kabupaten, Propinsi atau Pusat yang mempunyai wawasan lingkungan hidup yang luas dan komprehensif. Jangan ragu centang sepenuhnya jangan tanggung-tanggung, soal jadi dan enggak itu nanti urusan belakang, kan ada yang usil nanti dan ada pula yang akan memantau visi dan misi yang telah benar-benar di jalankan setelah terpilih.
Mengapa kita harus "mencentang" wakil rakyat yang berwawasan lingkungan ?
Agar kita bisa menanggulangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh para pelaku ekonomi, industri, bisnis dan birokrat yang melakukan kegiatannya untuk mengekspoitasi dan eksplorasi lingkungan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Memang sangat terpuji dan memang diharuskan oleh UUD 1945 bahwa bumi dan kekayaan alam dikelola demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Semua aktivitas perekonomian akan selalu mempunyai dampak terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu wakil rakyat yang duduk di DPRD maupun DPR harus mempunyai sikap mental "Berwawasan lingkungan secara komprehensif". Wakil rakyat tersebut merupakan organ yang memproduksi peraturan, sehingga jangan hanya mengejar peningkatan ekonomi semata dengan dalih demi peningkatan Perkapita dan pendapatan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan secara proporsional dampak kerusakan lingkungan yang akan timbul dari dibuatnya suatu aturan tersebut. Contohnya saja, alokasi dana yang diambil dari APBN sebesar 1% untuk menangani masalah lingkungan hidup (Dana Mitra Lingkungan) itu sangatlah minim, tetapi itu sudah menjadi keputusan dari rapat anggota Dewan pada pemerintahan yang lalu, sehingga biaya penanggulangan lingkungan dirasa kurang memadai.
Benarkah Opini saya ini ?
Apa itu ? Bahwa anggaran untuk penanggulangan kerusakan lingkungan seharusnya dan setidaknya hampir sama dengan dana yang dialokasikan dari APBN untuk pertahanan dan keamanan negara (militer). Mengapa ? karena sebenarnya masalah lingkungan dan militer tersebut sama-sama mempunyai kepentingan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Militer sangat berguna untuk penanggulangan serangan musuh negara, dan Dana Lingkungan untuk penanggulangan kerusakan lingkungan yang berakibat kerugian terhadap materi dan juga sama-sama mengancam jiwa manusia Indonesia. Bencana selalu merugikan masyarakat Indonesia dan negara setiap tahunnya, tetapi serangan musuh negara cenderung lebih kecil dampak kerugiannya secara langsung terhadap masyarakat dan negara Indonesia dan bahkan kerugian yang ditimbulkan tidak separah kerusakan lingkungan. Bagaimana pendapat saudara ?
besok lagi ya.....
Mulai saat ini sudah semestinya kita semua disadarkan oleh berbagai bencana alam yang membawa dampak kerugian material yang cukup besar terhadap manusia dan negara. Banjir melanda seantero wilayah Indonesia (Indramayu, Semarang, Jawa Timur, Samarinda, Jakarta Raya), lumpur Lapindo, bencana alam Aceh, Yogyakarta, Pangandaran, Irian Jaya, Lampung, Letusan Gunung Merapi, Angin Puting Beliung, belum lagi perubahan musim yang tidak menentu sehingga terjadinya gagal panen dibeberapa wilayah pertanian dan perkebunan di Indonesia, suhu bumi semakin bertambah dan garis pantai semakin sempit, meningkatnya berbagai jenis penyakit yang menyerang manusia, berkurangnya kualitas air, terjadinya polusi udara, kejadian Harimau makan manusia, gajah merusak tanaman kopi, ternak dimakan ular, kera dan babi hutan merusak tanaman jagung. Berbagai masalah lingkungan tersebut perlu kita sikapi dengan memilih wakil rakyat yang duduk baik ditingkat Kabupaten, Propinsi atau Pusat yang mempunyai wawasan lingkungan hidup yang luas dan komprehensif. Jangan ragu centang sepenuhnya jangan tanggung-tanggung, soal jadi dan enggak itu nanti urusan belakang, kan ada yang usil nanti dan ada pula yang akan memantau visi dan misi yang telah benar-benar di jalankan setelah terpilih.
Mengapa kita harus "mencentang" wakil rakyat yang berwawasan lingkungan ?
Agar kita bisa menanggulangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh para pelaku ekonomi, industri, bisnis dan birokrat yang melakukan kegiatannya untuk mengekspoitasi dan eksplorasi lingkungan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Memang sangat terpuji dan memang diharuskan oleh UUD 1945 bahwa bumi dan kekayaan alam dikelola demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Semua aktivitas perekonomian akan selalu mempunyai dampak terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu wakil rakyat yang duduk di DPRD maupun DPR harus mempunyai sikap mental "Berwawasan lingkungan secara komprehensif". Wakil rakyat tersebut merupakan organ yang memproduksi peraturan, sehingga jangan hanya mengejar peningkatan ekonomi semata dengan dalih demi peningkatan Perkapita dan pendapatan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan secara proporsional dampak kerusakan lingkungan yang akan timbul dari dibuatnya suatu aturan tersebut. Contohnya saja, alokasi dana yang diambil dari APBN sebesar 1% untuk menangani masalah lingkungan hidup (Dana Mitra Lingkungan) itu sangatlah minim, tetapi itu sudah menjadi keputusan dari rapat anggota Dewan pada pemerintahan yang lalu, sehingga biaya penanggulangan lingkungan dirasa kurang memadai.
Benarkah Opini saya ini ?
Apa itu ? Bahwa anggaran untuk penanggulangan kerusakan lingkungan seharusnya dan setidaknya hampir sama dengan dana yang dialokasikan dari APBN untuk pertahanan dan keamanan negara (militer). Mengapa ? karena sebenarnya masalah lingkungan dan militer tersebut sama-sama mempunyai kepentingan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Militer sangat berguna untuk penanggulangan serangan musuh negara, dan Dana Lingkungan untuk penanggulangan kerusakan lingkungan yang berakibat kerugian terhadap materi dan juga sama-sama mengancam jiwa manusia Indonesia. Bencana selalu merugikan masyarakat Indonesia dan negara setiap tahunnya, tetapi serangan musuh negara cenderung lebih kecil dampak kerugiannya secara langsung terhadap masyarakat dan negara Indonesia dan bahkan kerugian yang ditimbulkan tidak separah kerusakan lingkungan. Bagaimana pendapat saudara ?
besok lagi ya.....
Langganan:
Postingan (Atom)