Senin, 14 Maret 2011

Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Jepang Sebagai Peringatan !

Sebelumnya, saya sampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah gempa bumi disertai tsunami 8,9 skala richter (Jumat tanggal 11 Maret 2011) yang melanda negeri Sakura yang mengakibatkan porak poranda jaringan infrastruktur dan menelan banyak korban jiwa.
Pada poin ini, untuk singkatnya salah satu infrastruktur vital di Jepang yang rusak akibat gempa itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang dioperasikan oleh perusahaan listrik Tokyo (TEPCO) di Prefektur Fukushima, apalagi ditambah terjadinya ledakan pada reaktor nomor satu yang tentunya mengakibatkan kebocoran radio aktif, meskipun dalam taraf bisa terkendali. Inilah bahaya yang mengancam penduduk sekitar yang berdiam sekitar radius 20 Km dari reaktor. Meskipun saat ini belum terdeteksi dengan pasti akibat langsung dari reaksi tersebut, radio aktif tersebut bisa menyebabkan kanker dalam jangka panjang. Untung saja pada saat terjadinya kebocoran situasi di sekitar rekator diguyur hujan, sehingga meminimalisir penyebaran kebocoran secara meluas.

Peringatan bagi kita !
Jepang merupakan negara canggih, bahkan mensuplai tenaga listriknya dengan menggunakan reaktor nuklir, tentunya hal itu sudah di antisipasi dengan sumber daya manusia yang sangat mempuni dan fasilitas keamanan yang sudah dirancang dan diperhitungkan tak akan terjadi kebocoran dan radiasi nuklir, akan tetapi yang perlu kita ingat, negeri ini adalah negeri jalur labil terjadinya gempa yang datangnya juga sangat sulit diprediksi, juga termasuk Indonesia. Oleh karena itu meskipun telah diantisipasi secanggih apapun, penggunaan energi nuklir sangat berbahaya bagi umat manusia, untung saja ledakan tidak terjadi pada reaktornya......, sebenarnya masih ada alternatif energi lain pengganti nuklir.

Marilah kita coba dengan beralih pada energy angin, air laut, biogas, matahari, panas bumi secara maksimal, agar semua selamat !

Minggu, 05 Desember 2010

Dari Green Earth.........mengenai tanda di botol Plastik

! SELAMATKAN ALAM DARI KEHANCURAN SEKARANG JUGA !!
Bila Anda perhatikan bagian bawah botol plastik, terdapat tanda segitiga dengan angka di dalam segitiga itu. Lalu, apa arti tanda itu?

Tanda di bawah botol itu merupakan kode yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:

1. Berada atau terletak di bagian bawah,
2. Berbentuk segitiga,
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka,
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga.


1. PETE atau PET
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut. Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.

2. HDPE
Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V atau PVC
Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.

4. LDPE
Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.

PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.

7. OTHER
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:

1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC (polycarbonate) dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula. Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau panas.

Kesimpulan yang didapat dari tanda klasifikasi plastik tersebut:

1. Hati-hati dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
2. Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Contohnya, membeli gorengan di pinggir jalan dalam keadaan panas-panas lalu langsung dimasukan ke kresek hitam. Ternyata, zat pewarna hitam ini bila terkena panas, bisa terurai dan terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Oleh karena itu, hindarilah membungkus makanan panas dengan kresek.

Bagi orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra atau putrinya:

* Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
* Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
* Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
* Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
* Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.

Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk
masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.

Minggu, 26 September 2010

Early Warning to Jakarta !

Rusaknya jalan akses ke pelabuhan Tanjung Priuk melewati RE Martadinata, merupakan peringatan dini untuk pengelola Ibu Kota tercinta JAKARUTA (jepang!). Sepenggal jalan RE Martadinata ada yang ambles, berarti daya dukung tanah sudah tidak mampu lagi menopang beban jalan, bisa karena unsur tanahnya mulai rusak oleh air laut yang merembes sehingga merusak pondasi jalan atau memang bekas rawa itu kurang mampu digunakan sebagai jalan. Saya kira untuk rekanan proyek sudah sesuai prosedur dan tidak sembarangan mambuat fasilitas umum jalan itu.
Perlu diingatkan bahwa karena tersedotnya habis2an air tanah di Jakarta semenjak doeloe, sehingga menyebabkan air laut masuk menyusup ke daratan melalui celah2 tanah. Tidak menutup kemungkinan itu akan merusak pondasi bangunan yang dilaluinya. Belum lagi peningkatan debet air laut yang naik sepanjang tahun merupakan bahaya mengancam Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia.
Banjir melanda sepanjang tahun, tempo doeloe Jalan menuju bandara Soekarno Hata terbenam air, sehingga membuat delay bagi penerbangan Internasional maupun domestik melalai bandara itu. Situ Gintung yang bobol membuat banjir bandang di sekitar aliran sungai itu.
Saat ini curah hujan yang cukup deras di daerah Bogor, akan berdampak buruk terhadap pemukiman yang ada disepanjang DAS Ciliwung. Banjir itu pasti akan membawa lumpur dan limbah domestik maupun pabrik yang ada disekitar Jakarta.
Itulah peringatan awal agar pengelola kota harus melakukan perhatian serius terhadap masalah lingkungan, sebelum Jakarta dilanda malapetaka yang berkepanjangan.
Sudah siapkah Ibu Kota pindah, atau adakah rancangan strategis penanggulangannya agar Jakarta tetap eksis ? Semoga ada solusi yang tepat ! RE Martadinata hanya sekelumit peringatan dini yang tidak boleh juga disepelekan (don't discharge or move a side this early warning !)


Senin, 23 November 2009

Jangan Ubah Mata Air menjadi "Air Mata" !

Dahulu kala ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, kurang lebih 35 tahun yang lalu, sering aku mandi di Sungai Krasak di pinggiran daerah Magelang Jawa Tengah. Pada waktu itu airnya mengalir begitu jernih disertai hanyutnya butiran pasir merapi. Kanan kiri sungai waktu itu dipenuhi tanaman jembak dan kangkung yang sangat sedap jika di pertik untuk sayuran dan makanan khas lothek. Terlihat beberapa ikan "uceng", wader pari, bahkan dibawah bebatuan akan ditemui udang sungai yang sangat enak sekali kalau di goreng kering.
Waktu aku kecil, dikanan kiri sungai Krasak selalu ditemui mata air yang bisa langsung diminum, airnya sangat jernih, aku sering mandi di beberapa mata air yang orang sekitar menyebutnya "belik".
35 tahun sudah usai......kini, mata air tak terlihat lagi, udang dan ikan bahkan nyaris punah. Disekitar daerah aliran sungai Krasak sekarang sudah dipenuhi pohon salak pondoh. Diatas sungai, tepatnya dikaki gunung Merapi kini sudah tidak berbentuk sungai lagi, tetapi berbentuk lubang lubang galian pasir yang sangat-sangat parah pemandangannya, jika dulu ada hutan jambu...kini tinggal batu-batu kerikil yang berserakan. Harus dibikin sabuk pengaman agar tanah Merapi tidak longsor alias melorot. Seperti celana kalau kedodoran tidak dikasih sabuk, pasti barangnya akan kelihatan dan pasti...."saru"....
Mata air di daerah hilir sudah tak ada lagi, bahkan aliran air di bawah untuk pertanian menjadi lahan untuk rebutan masal. Tanaman padi kini kebanyakan mendapat air dari aliran sungai Progo yang di bendung di daerah "Ancol Bligo" di kecamatan Ngluwar. Akankah air nantinya untuk rebutan masal dan menjadikan pemicu percekcokan ? Allahualammmmmm....
Itu merupakan contoh di satu daerah. Mata air di daerah lain pun kini menjadi incaran para investor untuk di "sedot" atau di ekspoitasi menjadi AMDK (air minum dalam kemasan). Mata air sebagai sumber air untuk keperluan pertanian di sedot habis-habisan untuk sekelompok orang berduit saja.....dan yakin kalau terlalu banyak pasti banyak buntungnya dari pada untungnya ...yang menimpa anak cucu kita. Belum lagi sekarang banyak orang menggunakan sumur bur atau hidrolik yang menghabiskan air tanah.
Hidup kita 90 % tergantung kepada air......kalau nantinya air tanah menipis, menjadi pemicu perselisihan, dan mengakibatkan percekcokan yang akan menimbulkan penderitaan dan akhirnya yang keluar adalah air mata........buktikan !

Rabu, 03 Juni 2009

Bahaya Merkuri di Sungai Kapuas !

Terlebih dahulu akan ku kupas mengenai unsur merkuri, orang awam banyak tak tahu sebangsa apa itu merkuri, apalagi bagi orang pedalaman. Sebelumnya akupun tak tahu, karena bidang ilmuku berkecimpung dibidang hukum, perbankan dan sosial ekonomi melulu. Coba .....tahukah anda....yang sebenarnya, may be wartawan pun tak tahu sebenarnya apa itu merkuri. Hanya saja tulis dan terus tulis tercemar merkuri, tercemar merkuri.....atau tahu...tahu dikit. Ini hanya barangkali lho....eh barangkali itu ada enaknya adapula tidak enaknya. Barangkali yang enak adalah batu, ikan, udang, dan barangkali yang tidak enak adalah "maaf-itu lho kotoran manusia atau hewan yang mengapung di kali atau sungai", sampah yang dibuang ke kali atau sungai, dan bahan pencemar lain, ya contohnya adalah "si merkuri" tadi.
What is "mercury" ?
Baca aja ya di KBBI, edisi ketiga terbitan Balai Pustaka 2007, disitu diterjemahkan sebagai "merkurium" atau yang sering dikenal orang dengan "air raksa". Merkurium merupakan unsur logam dengan nomor atom (n.a) 80 dan berlambang "Hg", dengan bobot atom 200,59 (halaman :737). Cuma itu, ya...di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang segede itu, hanya disebutkan kira-kira intinya seperti itu. Ayo kita telusuri lebih lanjut, aku masih penasaran. Kita ambil dari Kamus Kimia, edisi baru yang bersumber dari A Concise Dictonary of Chemistry diterbitkan pertama kali oleh Oxford University Press tahun 1984, dan diterjemahkan oleh Suminar Achmadi Phd dari IPB dan diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, merkuri (mercury) merupakan unsur logam cair keperakan (jadi warnanya keperakan) yang termasuk golongan zink, n.a 80, Ar 200,59, d.r 13,55, t.l -38,87 derajat celcius, t.d 356,58 derajat celcius, bijih utamanya adalah sufida sinabar (HgS), yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur lainnya. Merkuri digunakan dalam termometer, barometer, radas ilmiah lainnya, serta dalam analgam didi. Unsur ini kurang reaktif dibandingkan dengan zink dan kadmium dantidak akan menggantikan hidrogen dari asammya.
Merkuri digunakan juga untuk memisahkan unsur emas dari bahan lain yang ada di pertambangan emas. Di Pontianak banyak dijumpai penggunaan air raksa untuk menyepuh logam (cincin akik) dengan emas, dapat kita jumpai di pinggiran pertokoan "Pasar Tengah" di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak.
Di hulu sungai Kapuas dengan adanya "PETI" sungai Kapuas mulai tercemar oleh endapan merkuri.
Terus bahayanya macem apa ?
Ini harus aku gambarkan contoh kasusnya, ada dua contoh kasus yang satu di negara Jepang dan yang satu di Indonesia sendiri. Dikit jak, aku uraikan, seperti di beritakan oleh harian Tribun Pontianak di dalam rubrik Editorial, tanggal 14 Mei 2009, dengan judul "Hindarkan Kalbar dari Tragedi Minamata", tragedi itu terjadi di Teluk Minamata yaitu suatu daerah di negara Jepang, tepatnya di Pulau Kyushu. Kedengarannya seperti di Indonesia ya ! tetapi jangan di "pleset" kan, mina berarti ikan dan mata berarti penglihatan. Karena orang kita kan sukanya "plesetan". Memang kasus Minamata ini berhubungan dengan konsumsi ikan. Cerita dikit jak, suatu pagi pada bulan Mei 1956, empat warga Minamata dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala yang sama : pusing, tangan dan kaki kesemutan disertai gemetaran, tragisnya mereka tewas setelah suhu tubuhnya meningkat drastis dan koma, makin heboh manakala dalam tempo singkat 17 orang lainnya meninggal pasca mengalami gejala yang sama. Petaka ini baru terjawab dua tahun kemudian, wah lama juga ya...., mungkin dokter pada waktu itu belum canggih atau perlengkapannya tidak dapat mendeteksi penyakit secara cepat. Akhirnya tim peneliti menguak biangnya adalah limbah air raksa (merkuri) yang bertahun-tahun dibuang oleh pabrik pupuk Chisso ke Teluk Minamata. Limbah merkuri tersebut mencemari ikan-ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat daerah sekitar Teluk Minamata. Sepuluh tahun kemudian Chisso diwajibkan untuk membayar kompensasi pada penderita sebesar 900 juta Yen. Angka resmi Badan Lingkungan Jepang mencatat sampai mencapai 2.239 orang terkena dampaknya dan 987 orang meninggal dunia. Mengerikan ya ! sakitnya baru terdeteksi bertahun, tahun.
Satu lagi kasus yang mirip Minamata di Indonesia yaitu di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara yang tercemar limbah tambang PT. Newmont Minahasa Raya.
Merkuri bersifat merusak sistem syaraf yang berakibat gangguan pada penglihatan, daya ingat, gemetaran sampai keluhan persendian. Merkuri sangat berbahaya pada wanita hamil, karena janin yang dikandung mempunyai potensi besar lahir cacat. Hiiii .........mengerikan bagi ibu-ibu hamil untuk mengkonsumsi air sungai yang mengandung merkuri.
Kembali ke Sungai Kapuas !
Habis, mau kembali ke Laptop nanti dikira tiru-tiru "Empat Matanya" Thukul Arwana.
Kalau kita akan ke kota Pontianak sebagai ibu kota Propinsi Kalimantan Barat, dan kota ini merupakan kota kecil yang indah dan unik, dengan naik kapal, kapal yang kita tumpangi akan melalui muara sungai Kapuas untuk menuju ke Pelabuhan Dwikora. Yang belum pernah naik kapal ke Pontianak silahkan mencoba dan jika belum sempat dapat membayangkan saja lebarnya dan dalamnya muara Sungai Kapuas hingga dapat dilewati kapal. Tidak seperti sungai di Jawa yang sempit dan dangkal, kalau di Kalimantan disebut "parit" jak. Bencana besar mengancam masyarakat yang secara akumulatif mengkonsumsi atau menggunakan air sungai Kapuas dalam kehidupan sehari-hari.
cerita ini masih panjang ...banget .. lanjutnya besok ada kerjaan lain ....